Hore... BBM Bulan Ini Tidak Naik

Kompas.com - 11/03/2009, 10:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah kembali menegaskan belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM pada evaluasi bulanan. Kali ini disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di sela seminar Nasional Regulatory Mapping di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (11/3).  "Belum ada rencana menaikkan BBM bulan ini," kata Paskah.

Sebelumnya, posisi harga minyak dunia saat ini menunjukkan kecenderungan naik. Hal ini disinyalir dapat mendorong harga BBM untuk ikut naik.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Selasa malam, mengatakan, tren harga minyak internasional saat ini tidak normal dan tidak bisa diprediksi. Normalnya harga  minyak dunia memang meningkat pada kuartal 1 karena tingginya permintaan akibat musim dingin. Kemudian akan ada  penurunan di bulan April hingga Juni karena musim semi, dan akan meningkat kembali pada musim panas hingga musim  dingin.

Selain itu, pengaruh dari kebijakan OPEC juga ikut memengaruhi tren harga saat ini. "Tren harga sekarang genit, tidak normal," kata Purnomo.

Pemerintah akan me-review harga BBM dalam negeri tanggal 15 setiap bulannya, di mana akan dikoordinasikan antara menteri keuangan dan menteri ESDM pada tanggal 13, terutama terkait nilai tukar yang digunakan.

Menurut Purnomo, harga keekonomian BBM jenis premium saat ini dengan posisi Indonesian Crude Price 44,05 dollar AS dan kurs Rp 11.000 adalah  sebesar Rp 5.400 per liter.


Sender ani

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau