JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah kembali menegaskan belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM pada evaluasi bulanan. Kali ini disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di sela seminar Nasional Regulatory Mapping di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (11/3). "Belum ada rencana menaikkan BBM bulan ini," kata Paskah.
Sebelumnya, posisi harga minyak dunia saat ini menunjukkan kecenderungan naik. Hal ini disinyalir dapat mendorong harga BBM untuk ikut naik.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Selasa malam, mengatakan, tren harga minyak internasional saat ini tidak normal dan tidak bisa diprediksi. Normalnya harga minyak dunia memang meningkat pada kuartal 1 karena tingginya permintaan akibat musim dingin. Kemudian akan ada penurunan di bulan April hingga Juni karena musim semi, dan akan meningkat kembali pada musim panas hingga musim dingin.
Selain itu, pengaruh dari kebijakan OPEC juga ikut memengaruhi tren harga saat ini. "Tren harga sekarang genit, tidak normal," kata Purnomo.
Pemerintah akan me-review harga BBM dalam negeri tanggal 15 setiap bulannya, di mana akan dikoordinasikan antara menteri keuangan dan menteri ESDM pada tanggal 13, terutama terkait nilai tukar yang digunakan.
Menurut Purnomo, harga keekonomian BBM jenis premium saat ini dengan posisi Indonesian Crude Price 44,05 dollar AS dan kurs Rp 11.000 adalah sebesar Rp 5.400 per liter.
Sender ani