Tarif Taksi Tidak Turun

Kompas.com - 11/03/2009, 18:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), dan DPD Organda DKI, di Jakarta, Rabu (11/3), memutuskan tarif taksi tidak diturunkan. Selama ini banyak pihak berharap, tarif taksi turun mengikuti penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).

Tarif taksi tidak turun karena meski harga bahan bakar minyak (BBM) turun, penurunan harga BBM tersebut tidak sebanding dengan kenaikan variabel biaya operasional kendaraan (BOK). Wakil Ketua DPD Organda DKI, TR Panjaitan, seusai rapat mengatakan, tidak turunnya tarif taksi sangat wajar karena tarif taksi yang berlaku saat ini masih di bawah BOK.

Malah menurut DPD Organda DKI, tarif taksi seharusnya naik. Sebab, berdasarkan perhitungan DPD Organda DKI, ketika harga BBM mencapai Rp 6.000 per liter, tarif taksi seharusnya menjadi Rp 7.900 (buka pintu) dan Rp 3.900 per kilometer selanjutnya. Jika harga BBM sekarang mencapai Rp 4.500 per liter, berdasarkan BOK, tarif taksi seharusnya Rp 6.900 (buka pintu) dan tarif per kilometer sebesar Rp 3.000. “Kami akan mengirimkan surat kepada Gubernur yang isinya menyampaikan bahwa tarif taksi tidak mengalami penurunan,” kata TR Panjaitan, seusai menghadiri rapat.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Usaha Angkutan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Hendah Sunugroho, menerangkan, rapat yang berjalan selama tiga setengah jam itu berlangsung alot. Dishub DKI dan DTKJ menghendaki tarif taksi turun karena Pemprov DKI telah menghapuskan biaya izin usaha untuk pengusaha taksi. Namun, DPD Organda DKI dengan berpatokan pada BOK bersikukuh untuk tidak menurunkan tarif taksi.

"Mereka bersikukuh tarif taksi tak turun. Kami serahkan sepenuhnya, karena hal itu merupakan mekanisme pasar," kata Hendah.

Ketiga instansi itu akhirnya mencapai kata sepakat yaitu tarif taksi untuk buka pintu tidak turun atau tetap sebesar Rp 6.000 (batas atas) dan Rp 5.000 (batas bawah).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau