Konser

Terbang bersama Sarah Brightman

Kompas.com - 12/03/2009, 04:59 WIB

Setelah menghabiskan akhir pekan panjang yang penuh dengan jazz, mulai dari Java Jazz Festival hingga konser solo Natalie Cole, warga Jakarta mendapat sajian musik jenis lain pada Selasa (10/3) malam.

Jika jazz bertumpu pada kebebasan improvisasi dalam berekspresi, musik yang satu ini lebih terikat dengan aturan-aturan ketat dalam menyusun komposisi. Akan tetapi, pesonanya tak kalah magis.

Inilah konser tunggal pertama soprano yang menjadi bintang crossover pop-opera, Sarah Brightman, di Jakarta. Selama sekitar satu setengah jam, Brightman memukau penonton yang memadati Mutiara Ballroom Hotel Gran Melia, Jakarta.

Berbicara tentang soprano, jangan bayangkan penampilan Brightman sepert tipikal penyanyi opera yang gendut bak Bianca Castafiore dalam komik Tintin. Brightman yang langsing membuka pertunjukannya dengan mengenakan gaun merah berkibar dan rambut panjang ikal tergerai. Sexy!

Pop opera

Inilah wajah musik klasik yang berkompromi dengan pasar musik kontemporer. Brightman memang masih membawa orkestra, sebarisan penyanyi latar yang membentuk kor, dan melantunkan suara sopran layaknya dalam sebuah opera klasik.

Namun, ia juga membawa band standar yang bisa membunyikan riff gitar elektrik menggelegar bagaikan band rock, maupun suara-suara elektronik dari synthesizer seperti band pop masa kini. Brightman pun menyanyikan lagu-lagu pop yang ia interpretasi ulang.

  Maka mengalunlah ”Sarai Qui”, versi bahasa Italia dari ”There You’ll Be”, soundtrack film Pearl Harbor (2001) yang dipopulerkan Faith Hill. Brightman berduet dengan penyanyi tenor Alessandro Safina, menampilkan suasana opera yang kental tetapi akrab di telinga.

Pengarah musik Jan Eric Kohrs, yang juga memainkan keyboards malam itu, memadukan unsur musik klasik dan pop menjadi racikan musik pengiring yang pas untuk karakter suara Brightman dan Safina.

Gangguan

Pertunjukan Sarah Brightman berjalan dengan sangat tertib, khas disiplin Inggris. Urutan lagu, waktu untuk berganti pakaian, hingga jeda waktu untuk sekadar menyapa penonton tidak meleset sedikit pun dari ”skenario” yang tercantum dalam set list.

Hanya saja masih banyak penonton seenaknya memotret pertunjukan menggunakan lampu kilat yang sangat mengganggu. Cukup mengherankan mengingat para penonton rata-rata berasal dari kalangan atas yang seharusnya memahami etiket dasar menonton pertunjukan seni dalam ruang ini.

Memang agak di luar dugaan, konser yang digelar Buena Productions dengan tiket seharga Rp 3 juta-Rp 7,5 juta per lembar itu ternyata laris manis. Panitia menyebutkan, 90 persen dari kapasitas 1.200 tempat duduk terisi.

Akan tetapi, harga mahal itu terbayar tuntas oleh kualitas suara dan olah vokal penyanyi kelahiran Berkhampstead,

Inggris, 14 Agustus 1960, tersebut.

Saat komposisi ”Time to say Goodbye” dilantunkan, lekuk suara Brightman bagaikan membawa pendengarnya terbang ke sebuah dunia lain.... (DAHONO FITRIANTO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau