1,7 Juta Surat Suara Rusak

Kompas.com - 12/03/2009, 08:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 1,7 juta surat suara dilaporkan rusak dari berbagai daerah. Kerusakan ini akibat surat suara bebercak hitam, salah potong, ternoda di area pemilihan, dan kesalahan warna. Namun, KPU belum menentukan surat suara akan dicek dahulu atau langsung dikirimkan surat suara yang baru.

”KPU belum menentukan apakah surat suara rusak akan diklarifikasi memenuhi kriteria rusak atau langsung dikirimkan pengganti. Tetapi, waktunya memang sangat mepet,” kata Wakil Kepala Biro Logistik KPU Boradi, Rabu (11/3).

Anggota KPU, Abdul Aziz, hanya mengatakan, penggantian surat suara yang rusak, termasuk akibat force majeur, seperti bencana, akan dilakukan secepat-cepatnya. Surat suara harus tiba sehari sebelum pemungutan suara di tempat pemungutan suara.

Adapun pencetakan dan pengiriman surat suara terkait penambahan jumlah pemilih setelah revisi daftar pemilih tetap, Aziz meminta masyarakat tidak khawatir. Sebab, pencetakan surat suara tambahan diperkirakan bisa rampung dalam setengah atau satu hari.

Dari Semarang, Jawa Tengah, dilaporkan, DPRD Jawa Tengah, Rabu siang, menemukan surat suara Pemilu Legislatif 2009 yang janggal. Kejanggalan surat suara itu diduga bisa mengarahkan pemilih menconteng caleg nomor urut peci (atas) di DPR RI, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten. Surat suara itu masih tersimpan di gudang KPU di Kabupaten Demak.

Anggota Komisi A DPRD Jateng HM Syahrir seusai menemukan surat suara itu mengatakan, jumlah surat suara yang janggal itu totalnya sesuai dengan jumlah DPT, sekitar 750.000.

”Jadi, kalau setiap pemilih memperoleh tiga surat suara, jumlah surat suara yang harus ditarik dan diganti sebanyak lebih kurang 1,9 juta,” kata HM Syahrir.

(INA/who)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau