JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Kamis (12/3) pukul 14.00, dijadwalkan akan bertemu muka di Jalan Imam Bonjol Nomor 46, Jakarta Pusat. Kedua partai lama ini akan buka-bukaan soal cita-cita masing-masing untuk membangun pemerintahan yang kuat.
Dalam keterangan pers yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya Jakarta kemarin, kedua perwakilan partai menyambut baik upaya pertemuan kedua pihak yang diprediksi tidak akan pernah bertemu oleh orang banyak.
PDI-P rencananya akan diwakili oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperppu) Taufik Kiemas, Ketua DPPP Tjahyo Kumolo, dan Sekjen Pramono Anung. Sementara Golkar akan diwakili oleh Ketua Umum Jusuf Kalla, Dewan Penasihat Surya Paloh, Sekjend Sumarsono, Wakil Ketua Umum Agung Laksono, dan Ketua Harian Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Burhanuddin Napitupulu.
Burhanuddin Napitupulu mengatakan, pertemuan ini merupakan inisiatif kedua pihak untuk membicarakan pemerintahan yang kuat di atas koalisi yang kuat. Dipilih rakyat dan didukung parlemen yang kuat. "Yang sekarang ini kan dipilih rakyat, tapi digoreng parlemen," ujar pria yang akrab dipanggil Burnap ini dalam keterangan pers kemarin.
Sementara itu, Pramono belum dapat memastikan apakah kedua pihak akan membicarakan koalisi dalam pertemuan tersebut. Hanya, Pramono menuturkan, berdasarkan penghitungan PDI-P, kemenangan telak parlemen, baik di pusat maupun DATI I dan II, ada di tangan jika PDI-P dan Golkar bergabung. "Ini kekuatan riil untuk mendukung pemerintahan yang kuat," ujar Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang