Siang ini Kalla dan Megawati Jajaki Koalisi

Kompas.com - 12/03/2009, 09:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Kamis (12/3) pukul 14.00, dijadwalkan akan bertemu muka di Jalan Imam Bonjol Nomor 46, Jakarta Pusat. Kedua partai lama ini akan buka-bukaan soal cita-cita masing-masing untuk membangun pemerintahan yang kuat.

Dalam keterangan pers yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya Jakarta kemarin, kedua perwakilan partai menyambut baik upaya pertemuan kedua pihak yang diprediksi tidak akan pernah bertemu oleh orang banyak.

PDI-P rencananya akan diwakili oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperppu) Taufik Kiemas, Ketua DPPP Tjahyo Kumolo, dan Sekjen Pramono Anung. Sementara Golkar akan diwakili oleh Ketua Umum Jusuf Kalla, Dewan Penasihat Surya Paloh, Sekjend Sumarsono, Wakil Ketua Umum Agung Laksono, dan Ketua Harian Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Burhanuddin Napitupulu.

Burhanuddin Napitupulu mengatakan, pertemuan ini merupakan inisiatif kedua pihak untuk membicarakan pemerintahan yang kuat di atas koalisi yang kuat. Dipilih rakyat dan didukung parlemen yang kuat. "Yang sekarang ini kan dipilih rakyat, tapi digoreng parlemen," ujar pria yang akrab dipanggil Burnap ini dalam keterangan pers kemarin.

Sementara itu, Pramono belum dapat memastikan apakah kedua pihak akan membicarakan koalisi dalam pertemuan tersebut. Hanya, Pramono menuturkan, berdasarkan penghitungan PDI-P, kemenangan telak parlemen, baik di pusat maupun DATI I dan II, ada di tangan jika PDI-P dan Golkar bergabung. "Ini kekuatan riil untuk mendukung pemerintahan yang kuat," ujar Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau