Ahmadinejad Juga Dilempar Sepatu

Kompas.com - 12/03/2009, 10:13 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com — Insiden pelemparan sepatu kembali menimpa petinggi sebuah negara. Kali ini korbannya adalah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Situs Iran, Urmia News, seperti dikutip Haaretz, Rabu (11/3), memberitakan, Ahmadinejad sedang berada di mobil terbuka dalam perjalanannya menuju kota Urmia. Tiba-tiba sebuah sepatu melayang ke arah mobil yang ditumpanginya.

Saat itu sang Presiden sedang menuju stadion di Urmia, tempat ia akan berkampanye menjelang pilpres Iran. Kerumunan massa menunggunya di tepi jalan.

Menurut Urmia News, insiden itu dipicu jatuhnya orang tua yang tertabrak mobil Ahmadinejad. Waktu itu ia ingin menyampaikan surat kepada sang presiden, namun gagal dan malah tertabrak mobil itu. Melihat itu massa marah dan salah satunya melempar sepatu. Tidak disebutkan apakah lemparan itu mengenai sasaran atau tidak, tetapi konvoi itu langsung melesat. Urmia tidak menyebut waktu insiden itu terjadi, tetapi diyakini berlangsung awal pekan ini.

Tidak satu pun media Iran memberitakan insiden itu, tetapi para blogger Iran ramai membicarakannya di dunia maya. Inilah yang membuat insiden itu terbaca di seluruh dunia. Namun para blogger pro-Ahmadinejad menilai berita itu merupakan hasutan oposisi.

Pemimpin pertama yang menjadi korban pelemparan sepatu adalah George W Bush saat melakukan kunjungan perpisahan sebagai presiden AS ke Irak, Desember 2008. har/upi/tis

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau