JAKARTA, KAMIS - Pemerintah harus menyadari riset bioteknologi tidak akan jalan tanpa dukungan dana. Untuk meningkatkan hasil pertanian dan mencapai ketersediannya pangan yang cukup, pemerintah perlu memberikan bantuan dana untuk melakukan riset mengenai bioteknologi.
"Riset bioteknologi ini bukan hal yang murah, pemerintah juga harus memberikan dana. kalau dana yang ada terbatas, maka penelitian yang dilakukan juga jalan di tempat," ujar Dr. Bambang Purwantara, Direktur Indonesia Biotechnology Information Center, di Jakarta (12/3).
Bambang juga menjelaskan, Selain mendukung dalam masalah dana, pemerintah juga harus mendukung dalam peraturan. "Peraturan Pemerintah mengenai bioteknologi ini sudah ada, tapi ada kendala komisi yang seharusnya terbentuk dari dua tahun yang lalu, sampai sekarang belum terbentuk," terang Bambang.
Menurut Bambang pemerintah masih gamang untuk menetapkan peraturan tersebut, mereka masih takut terhadap efek samping dari bioteknologi. "Coba lihat Brazil, presidennya mendukung (program Bioteknologi), sekarang mereka menjadi negara bioteknologi ke 3 terbesar didunia," kata Bambang.
Padahal menurut Bambang, dengan menerapkan bioteknologi akan meningkatkan produksi pertanian. Banyak hal yang menyebabkan produksi meningkat contohnya adalah pada jagung.
Bibit jagung yang sebelumnya diolah dengan bioteknologi, tongkolnya akan lebih panjang , jumlah bijinya lebih padat, selain itu tingkat kegagalan akan rendah. Riset dari dalam dan luar negeri terus dilakukan, namun sampai saat ini belum ada satupun penerapannya.
"Belum ada komersialisasi dari penelitian yang ada, sama juga bohong kalau begitu," ujar Bambang.
Bambang mengatakan karena belum adanya penerapan bioteknologi tersebut, petani mengalami kerugian. Panen jagung yang selama ini 1,3 ton per hektar seharusnya dapat ditingkatkan menjadi 2 ton perhektar. Pendapatan petani akan meningkat dan ketersedian pangan akan semakin banyak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang