Tanpa Dana Riset Bioteknologi Jalan di Tempat

Kompas.com - 12/03/2009, 20:46 WIB

JAKARTA, KAMIS - Pemerintah harus menyadari riset bioteknologi tidak akan jalan tanpa dukungan dana. Untuk meningkatkan hasil pertanian dan mencapai ketersediannya pangan yang cukup, pemerintah perlu memberikan bantuan dana untuk melakukan riset mengenai bioteknologi.

"Riset bioteknologi ini bukan hal yang murah, pemerintah juga harus memberikan dana. kalau dana yang ada terbatas, maka penelitian yang dilakukan juga jalan di tempat," ujar Dr. Bambang Purwantara, Direktur Indonesia Biotechnology Information Center, di Jakarta (12/3).

Bambang juga menjelaskan, Selain mendukung dalam masalah dana, pemerintah juga harus mendukung dalam peraturan. "Peraturan Pemerintah mengenai bioteknologi ini sudah ada, tapi ada kendala komisi yang seharusnya terbentuk dari dua tahun yang lalu, sampai sekarang belum terbentuk," terang Bambang.

Menurut Bambang pemerintah masih gamang untuk menetapkan peraturan tersebut, mereka masih takut terhadap efek samping dari bioteknologi. "Coba lihat Brazil, presidennya mendukung (program Bioteknologi), sekarang mereka menjadi negara bioteknologi ke 3 terbesar didunia," kata Bambang.

Padahal menurut Bambang, dengan menerapkan bioteknologi akan meningkatkan produksi pertanian. Banyak hal yang menyebabkan produksi meningkat contohnya adalah pada jagung.

Bibit jagung yang sebelumnya diolah dengan bioteknologi, tongkolnya akan lebih panjang , jumlah bijinya lebih padat, selain itu tingkat kegagalan akan rendah. Riset dari dalam dan luar negeri terus dilakukan, namun sampai saat ini belum ada satupun penerapannya.

"Belum ada komersialisasi dari penelitian yang ada, sama juga bohong kalau begitu," ujar Bambang.

Bambang mengatakan karena belum adanya penerapan bioteknologi tersebut, petani mengalami kerugian. Panen jagung yang selama ini 1,3 ton per hektar seharusnya dapat ditingkatkan menjadi 2 ton perhektar. Pendapatan petani akan meningkat dan ketersedian pangan akan semakin banyak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau