Pelayanan Taksi untuk Penumpang Perempuan

Kompas.com - 13/03/2009, 04:55 WIB

KOMPAS.com - Sebuah perusahaan taksi di Beirut, Lebanon, bertekad untuk menjaring hanya penumpang perempuan. Biar menarik perhatian, maka semua armada taksi diberi warna merah jambu.

Bukan hanya itu, pengemudinya juga perempuan dengan busana serba merah jambu. Dengan warna kesukaan perempuan dan dilengkapi sopir perempuan, diharapkan kaum perempuan Lebanon mau menjadi penumpangnya.

”Awalnya saya mengira sulit untuk menemukan pengemudi perempuan untuk sopir taksi yang merupakan pekerjaan kaum pria,” ujar Nawal Yaghi Fakhri, pemilik ”Taxi Banat” atau ”taksi untuk perempuan” yang mulai beroperasi di Lebanon sejak hari Selasa lalu.

”Ternyata, begitu lowongan pekerjaan dibuka, muncul 40 lamaran dari perempuan Lebanon untuk menjadi sopir taksi,” ujar Fakhri sebagai diberitakan hari Kamis (12/3). Taksi perempuan dengan pengemudi perempuan ini merupakan pertama kali di Lebanon dan mendapat dukungan kementerian turisme.

Soalnya, taksi ini bisa menjadi pilihan para perempuan yang datang dari negara-negara Arab konservatif di kawasan Teluk. Di Timur Tengah, taksi khusus perempuan dengan sopir perempuan sudah ada di Uni Emirat Arab.

Namun, ide ini tidak selalu diterima semua pihak. Taksi perempuan dan sopir perempuan jelas sebuah bentuk diskriminasi seksual. Apa pun idenya, pasar juga yang akan melakukan seleksi apakah taksi eksklusif ini bisa bertahan atau tidak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau