Test drive

Grand Vitara 2.4, Upaya Suzuki Kejar Honda dan Nissan

Kompas.com - 13/03/2009, 06:08 WIB

Ternyata mesin berkapasitas 2.0 Liter untuk sebuah sport utility vehicle (SUV) dianggap belum mencukupi, itu sebabnya pada bulan April mendatang Suzuki juga akan memasarkan Grand Vitara 2.4. Dan, Suzuki Grand Vitara 2.4 ini dipasarkan bersamaan dengan Suzuki Grand Vitara 2.0 versi facelift atau juga populer dengan sebutan dress up.

Suzuki Grand Vitara 2.0 versi facelift itu mengalami perbaikan pada mesin, kesenyapan di dalam kabin, suspensi, dan rem. Dengan kata lain, mesin Grand Vitara menjadi lebih halus, kabin lebih senyap, suspensi lebih lembut untuk ukuran sebuah SUV, dan menggunakan rem cakram pada roda depan dan belakang.

Untuk mengejar pesaingnya, Honda CRV, yang dipasarkan dengan dua varian, yakni 2.0 Liter dan 2.4 Liter, dan Nissan X-Trail yang dipasarkan dengan dua varian, yakni 2.0 Liter dan 2.5 Liter, Suzuki pun mempersenjatai Grand Vitara de- ngan mesin berkapasitas 2.4 Liter.

Pada prinsipnya, tidak ada perbedaan antara sosok dan dimensi Grand Vitara yang menyandang mesin berkapasitas 2.0 Liter dan 2.4 Liter. Perbedaan di antara kedua varian itu hanya tampak melalui tulisan 2.4 di sisi kiri dan kanan mobil di bawah pilar A.

Dan, untuk mengetahui keandalan dan ketangguhan Grand Vitara 2.4, para wartawan otomotif menguji coba 15 unit Grand Vitara 2.4. Tidak tanggung-tanggung, PT Suzuki Mobil Indonesia pada tanggal 4 Maret 2009 membawa para wartawan otomotif dari Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia ke Yogyakarta. Dari Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, para wartawan mengendarai 15 unit Grand Vitara 2.4 ke Keraton Yogyakarta, mengingat Sultan Hamengku Buwono X diberikan kesempatan untuk mencoba salah satu unit Grand Vitara 2.4 Limited Edition. GBPH Joyokusumo, adik Sultan Hamengku Bowono X, juga turut mencoba satu unit Grand Vitara 2.4.

Mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 13.00, maka rombongan wartawan berjalan kaki menuju ke Resto Gadri, restoran milik GBPH Joyokusumo, untuk menikmati makan siang. Setelah acara makan siang, rombongan wartawan mengendarai Grand Vitara 2.4 Limited Edition dari Yogyakarta menuju ke Salatiga melalui Kopeng. Rombongan mampir di kaki Candi Borobudur untuk acara pemotretan.

Dengan mantap, Grand Vitara 2.4 melintasi jalan berliku sempit, menanjak dan menurun, saat menuju Salatiga melalui Kopeng. Jalan basah sisa hujan lebat yang turun 50 menit sebelumnya tidak mengganggu kenikmatan mengendarai mobil di kawasan pegunungan.

Tenaga besar mesin yang disalurkan melalui roda belakang menimbulkan keasyikan tersendiri. Berbeda dengan Honda CRV dan Nissan X-Trail yang menggunakan penggerak roda depan, Suzuki Grand Vitara menggunakan penggerak roda belakang. Hampir sebagian besar SUV di segmen SUV menengah menggunakan penggerak roda depan, seperti Hyundai Tucson, KIA Sportage, Chevrolet Captiva, Ford Escape, dan Mazda Tribute.

Rombongan sempat tertahan sejenak di tengah perjalanan karena ada truk yang anjlok. Menjelang magrib, rombongan wartawan otomotif memasuki area perparkiran Laras Asri Resort & Spa, Salatiga, tempat rombongan akan menginap. Untuk menguji kemampuan Grand Vitara hingga ke batas, keesokan harinya, 5 Maret 2009, rombongan melakukan perjalanan memutar di wilayah pegunungan sebelum muncul di jalan raya Ungaran menuju ke Semarang.

Dari Salatiga, rombongan keluar ke arah Ambarawa, Temanggung, dan berhenti di Resto Ny Ani di Parakan untuk makan siang. Dari sana, perjalanan diteruskan ke Ngadirejo, Candi Roto, Sukorejo, dan kembali ke Ungaran melalui Boja dan Gunung Pati. Dan, asyiknya, seluruh perjalanan dari Parakan, Ungaran, dan ke Semarang itu dilakukan dalam keadaan hujan sangat deras.

Uniknya, dari perjalanan selama dua hari dengan Grand Vitara 2.4 itu memperlihatkan, walaupun kapasitas mesin lebih besar, Grand Vitara 2.4 lebih hemat dalam mengonsumsi bahan bakar ketimbang Grand Vitara 2.0. (JL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau