Topik

60 Petani Datangi Pertemuan Penambangan Pasir Besi

Kompas.com - 13/03/2009, 14:11 WIB

Sekitar 60 orang berasal dari enam desa pesisir selatan Kulon Progo yang tergabung dalam Paguyuban Petani Lahan Pantai mendatangi Hotel Saphir di Yogyakarta, Kamis (12/3). Saat itu di dalam hotel berlangsung pertemuan antara pemerintah daerah dan PT Jogja Magasa Iron (JMI) selaku investor penambangan pasir besi.

Mereka berasal dari Desa Banaran dan Karangsewu, Kecamatan Galur; Bugel dan Pleret, Kecamatan Panjatan; serta Karangwuni dan Garongan dari Wates.

"Kedatangan warga untuk menyatakan sikap terkait penolakan atas upaya penambangan pasir besi. Warga mendengar hari ini terjadi penandatanganan antara pemerintah daerah dengan PT JMI terkait upaya eksplorasi," ujar Koordinator Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Supriyadi.

Samsudin Nurseha dari Divisi Ekonomi Sosial Budaya Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta yang selama ini menjadi pendamping PPLP menolak penandatanganan tersebut. Menurut dia, proses penandatangan tidak melibatkan warga pesisir yang terkena dampak langsung dari kebijakan penambangan pasir besi. "Ini telah melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik, yakni asas partisipatif bahwa dalam setiap kebijakan harus melibatkan masyarakat," tutur Samsudin, yang ikut menemani warga ke Saphir. (WER/YOP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau