Lion Diminta Tidak Terbangkan Lagi MD 90 yang Tergelincir

Kompas.com - 13/03/2009, 15:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pesawat MD 90 milik Lion Mentari Airlines dengan registrasi PK LIL yang tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin lalu, mengalami kerusakan berat atau total lost. Departemen Perhubungan mengimbau agar Lion tidak menerbangkannya lagi.

"Sebagian besar mengalami kerusakan sehingga kemungkinan sulit untuk dioperasikan lagi," kata Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Dephub Yurlis Hasibuan saat ditelepon wartawan di Jakarta, Jumat (13/3).

Lebih jauh, Yurlis meminta agar manajemen Lion Air mengklaim kepada asuransi karena pesawat sudah tidak mungkin diterbangkan. Dephub saat ini juga sedang memeriksa empat pesawat MD 90 lainnya. Namun, untuk pesawat-pesawat tersebut Yurlis belum mau menjelaskan karena masih dalam pemeriksaan. "Nanti saja, Pak Dirjen (Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti) akan memberikan keterangannya Senin besok," ujar Yurlis.

Demikian pula dengan kebijakan yang akan diambil terhadap lima unit MD 90 milik Lion itu. Menurutnya, kalau terlalu lama pesawat tersebut di-grounded,  Lion akan rugi. "Kalau grounded terus akan rugi banyak jadi akan didiskusikan dulu dengan Dirjen bagaimana baiknya," ujarnya.

Sementara itu, juru bicara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), JA Barata, mengatakan, saat ini pihaknya telah mengumpulkan sebagian besar data-data kecelakaan MD 90 di Cengkareng itu. "Kemarin KNKT telah mengundang pilot senior untuk konsultasi. Dia dimintai pendapat mengenai pesawat MD 90 yang lama dioperasikannya," kata Barata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau