Italia Terancam Kehilangan Jatah Liga Champions

Kompas.com - 13/03/2009, 23:18 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Penampilan buruk klub-klub Italia di Liga Champions membuat negeri itu terancam kehilangan satu jatah. Jika UEFA menilai prestasi Italia menurun, maka pada tahun 2011 jatah negeri itu bisa dikurangi dari empat klub menjadi tiga klub.

Pada Liga Champions musim ini, tak satu pun klub Italia yang lolos ke babak perempat final. Mereka semua tersingkir di 16 besar. Ini bukan pertama kali prestasi Italia menurun. Dalam lima tahun terakhir, kecuali gelar juara AC Milan tahun 2007, prestasi Italia secara keseluruhan menurun.

UEFA memberi jatah klub ke Liga Champions berdasarkan koefisien ranking yang diklakulasi dari prestasi klub di kompetisi Eropa dalam lima tahun terakhir. Akhir-akhir ini, ranking Italia menurun menjadi urutan ketiga. Tiga klub teratas mendapat jatah empat klub untuk tampil di Liga Champions. Tapi, dengan prestasi buruk tahun ini, ranking Italia bisa menurun menjadi empat. Artinya, jatah mereka bisa hanya tiga klub di Liga Champions.

Selama ini, urutan keempat diduduki Jerman yang mendapat jatah tiga klub di Liga Champions. Sementara urutan pertama masih diduduki Inggris dengan 76 poin, baru diikuti oleh Spanyol yang memiliki 73 poin. Italia di urutan ketiga mengantongi 63 poin dan Jerman memiliki 54 poin.

Menurut la Gazzetta dello Sport, Itallia masih akan mendapat jatah empat klub di Liga Champions musim depan. Persoalannya, ranking tahun depan akan ditentukan prestasi lima tahun mulai musim 2004-05. Artinya kalkulasi terakhir di musim 2008-09. Nah, di musim 2008-09, Italia mendapat banyak pengurangan poin.

Sementara, musim ini Bayern Muenchen masih bertahan di perempat final. Jika mereka juara Liga Champions, apalagi ditambah Hamburg atau Werder Bremen juga juara Piala UEFA, maka Italia bisa turun ke urutan ketiga. Artinya, jatah klub ke Liga Champions dari Italia akan dikurangi satu. (GZT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau