Tips Memenangkan Hati Konstituen

Kompas.com - 14/03/2009, 11:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Beriklan melalui baliho, spanduk, dan stiker atau lewat bagi-bagi uang dinilai tidak terlalu efektif lagi untuk memenangkan hati konstituen. Menurut Koordinator Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, saat ini masyarakat pemilih sudah semakin cerdas sehingga harus didekati pula secara cerdas.

Dalam workshop bertajuk Perppu dan Kampanye Pemilu 2009 di Hotel Oasis Amir Jakarta, Sabtu (14/3), Ray berbagi sedikit soal tips memenangkan hati konstituen. "Intinya pada pengenalan visi misi dan program Anda," ujar Ray.

Berikut adalah tips yang disusun oleh Ray: 1. Ungkapkan visi misi dan program Anda, misalnya dengan membuat iklan mencolok. 2. Tampillah sebagai individu. 3. Sebarkan biodata dan karya sebanyak-banyaknya terkait apa yang sedang diperjuangkan. 4. Pilihlah topik yang cocok dengan Anda dan kuasai. Anda bisa duduk di komisi yang terkait dengan itu.

5. Sering melakukan kontak dengan masyarakat. 6. Perlihatkan Anda mampu secara ekonomi sehingga tidak terkesan tidak punya keinginan korup. 7. Perlihatkan Anda bisa transparan soal dana kampanye dan penyumbang. 8. Mendekatkan diri dengan tokoh agama dan masyarakat. 9. Asahlah kemampuan orasi atau pidato Anda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau