KEDIRI, KOMPAS.com — Pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia antara tim kesebelasan Persik Kediri dengan Persija Jakarta di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu (15/3) malam, batal digelar. Pertandingan tersebut akan ditunda hingga pelaksanaan pemilu legislatif 2009 berakhir.
Sekretaris Persik Kediri Barnadi, Sabtu (14/3) di Kediri mengatakan, pembatalan disebabkan oleh adanya surat dari Kepala Kepolisian Resor Kota Kediri yang meminta pertandingan ditunda karena alasan keamanan menjelang pelaksanaan pemilu legislatif.
Sebagai informasi tambahan, pertandingan Persik Kediri dan Persija Jakarta rencananya akan digelar pada H-1 menjelang pelaksanaan kampanye terbuka pemilihan umum legislatif yang berlangsung 16 Maret sampai dengan 5 April 2009.
Kepala Kepolisian Resor Kota Kediri Ajun Komisaris Besar Rastra Gunawan secara terpisah mengatakan, penundaan pertandingan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan menjelang pemilu.
"Pertandingan ditunda, mengingat saat ini kita sedang konsentrasi untuk pengamanan pemilu," kata Kepala Polresta Kediri Ajun Komisaris Besar Rastra Gunawan di Kediri, Sabtu.
Menurut dia, penundaan tersebut diputuskan setelah pihaknya melakukan komunikasi dengan Polda. Ia mengaku tidak dapat menjamin pengamanan, terlebih mendekati pemilu, 9 April mendatang. "Tidak ada yang menjamin di pertandingan itu akan melibatkan beberapa oknum yang memanfaatkan kesempatan," katanya.
Rastra mengemukakan, pihaknya juga sudah memberi tembusan pada manajemen Persik Kediri tentang penundaaan pertandingan tersebut, hingga akhir pemilu.
Menyinggung sikap kecewa dengan Polresta, mengingat sebelumnya pihaknya telah memperbolehkan pertandingan, Rastra mengaku, semua harus disikapi dengan arif dan bijaksana.
"Kalau kecewa semua juga kecewa karena hal tersebut wajar dan manusiawi. Tapi kita harus mendahulukan kepentingan yang lebih besar, yaitu pemilu," katanya.
Ia berharap, agar semua unsur, baik manajemen, maupun penonton melihat sisi baik dan kepentingan yang lebih luas, ketimbang sesaat. Terlebih, pertandingan dapat dilakukan kembali seusai pemilu.
Disayangkan
Pelatih Persik Kediri Aji Santoso menyayangkan sikap Polresta Kediri yang tidak mengizinkan pertandingan. Padahal, pelaksanaan laga tersebut masih sehari sebelum jadwal kampanye terbuka.
"Yang jelas, saya sangat menyayangkan dengan ditundanya pertandingan karena saat ini tim berada di posisi "on fire" (siap bertanding)," kata Aji.
Namun, ia mengaku, tidak dapat berbuat banyak dengan ditundanya pertandingan tersebut. Ia menyadari, larangan itu dikeluarkan karena sudah ada peraturan.
Hal yang sama diungkapkan Pelatih Persija Jakarta Danurwindo yang ikut menyayangkan larangan pertandingan. "Tapi, mau bagaimana lagi, walaupun dilarang atau diperbolehkan, saya dan anak-anak akan siap. Itu yang kami utamakan," kata Danurwindo.
Sebelumnya, Polresta telah melarang The Jack Mania (julukan suporter Persija Jakarta) untuk datang ke Stadion Brawijaya melihat langsung pertandingan antara Persik Kediri dan Persija.
Koordinator Lapangan The Jack Mania, Daus, mengungkapkan, pihaknya sudah menyewa empat gerbong kereta yang berangkat dari Pasar Senin untuk mengangkut para suporter. Bahkan, pihaknya juga sudah memberikan uang muka menyewa kereta sebesar Rp 10 juta.
"Kami kecewa dengan pelarangan itu. Kemarin Polri memperbolehkan agar suporter bisa datang ke Kediri, tapi kemudian melarang. Kami kecewa kenapa kok tidak tegas," katanya.
Namun, karena sudah ada keputusan pertandingan bakal ditunda, pihaknya akan segera koordinasi dengan suporter dan akan kembali ke Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang