Fokus Ekonomi Obama dengan Brasil

Kompas.com - 15/03/2009, 03:03 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva membahas krisis ekonomi dan isu lingkungan serta energi dalam pertemuan pertama kali mereka di Gedung Putih, Sabtu (14/3). Kedua pemimpin negara menilai pertemuan di Oval Office itu produktif dan mengharapkan dapat kembali bertemu pada KTT G-20 di London bulan depan yang akan diikuti dengan KTT negara-negara Amerika di Trinidad pada pertengahan April.

"Saya merupakan pengagum Brasil. Saya sangat mengagumi kepimpinan Luiz Inacio Lula da Silva yang telah dibuktikan di Amerika Latin dan seluruh dunia," kata Obama seusai pertemuan dengan pemimpin Brasil itu.

Sementara Silva menerangkan salah satu poin yang dibahasnya adalah "pentingnya arti terpilihnya Obama sebagai presiden AS bagi dunia terutama bagi Amerika Latin." Silva menekankan ia dan Obama "sepenuhnya yakin" keputusan yang ditetapkan oleh KTT G20 nanti akan membuahkan hasil bagi penyelesaian krisis ekonomi.
    
Brasil merupakan mitra perdagangan utama AS. Brasil memiliki sumber alam minyak lepas pantai yang berlimpah dan merupakan eksportir ethanol terbesar di dunia. Kontribusi sumber alam Brasil berperan mengatasi ketergantungan AS terhadap minyak mentah Venezuela serta mempromosikan pemakaian sumber energi yang bersahabat terhadap lingkungan.

Dalam 2 tahun terakhir, Brasil telah mengekspor sekitar 80 miliar barrel minyak mentah. Posisi yang dapat meletakkan Brasil sebagai eksportir minyak mentah terkemuka dunia itu membuka peluang lebih baik bagi negara ini ketimbang negara lain dalam kerja sama energi dengan AS.   

Namun, Brasil hanya melihat sedikit perkembangan dari permohonannya agar AS mencabut tarif impor sebesar 53 sen per 3,8 liter ethanol yang menjadi bahan bakar alternatif. Obama mengakui terdapat ketegangan hubungan kerja sama AS dan Brasil terhadap ethanol dan berharap masalah ini dapat diselesaikan.

Obama juga memuji upaya Silva mengembangkan biofuel dan ingin meniru langkah serupa untuk mengembangkan sumber energi ramah lingkungan bagi AS. Silva merupakan pemimpin Amerika Latin pertama yang bertemu dengan Presiden Barack Obama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau