WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva membahas krisis ekonomi dan isu lingkungan serta energi dalam pertemuan pertama kali mereka di Gedung Putih, Sabtu (14/3). Kedua pemimpin negara menilai pertemuan di Oval Office itu produktif dan mengharapkan dapat kembali bertemu pada KTT G-20 di London bulan depan yang akan diikuti dengan KTT negara-negara Amerika di Trinidad pada pertengahan April.
"Saya merupakan pengagum Brasil. Saya sangat mengagumi kepimpinan Luiz Inacio Lula da Silva yang telah dibuktikan di Amerika Latin dan seluruh dunia," kata Obama seusai pertemuan dengan pemimpin Brasil itu.
Sementara Silva menerangkan salah satu poin yang dibahasnya adalah "pentingnya arti terpilihnya Obama sebagai presiden AS bagi dunia terutama bagi Amerika Latin." Silva menekankan ia dan Obama "sepenuhnya yakin" keputusan yang ditetapkan oleh KTT G20 nanti akan membuahkan hasil bagi penyelesaian krisis ekonomi.
Brasil merupakan mitra perdagangan utama AS. Brasil memiliki sumber alam minyak lepas pantai yang berlimpah dan merupakan eksportir ethanol terbesar di dunia. Kontribusi sumber alam Brasil berperan mengatasi ketergantungan AS terhadap minyak mentah Venezuela serta mempromosikan pemakaian sumber energi yang bersahabat terhadap lingkungan.
Dalam 2 tahun terakhir, Brasil telah mengekspor sekitar 80 miliar barrel minyak mentah. Posisi yang dapat meletakkan Brasil sebagai eksportir minyak mentah terkemuka dunia itu membuka peluang lebih baik bagi negara ini ketimbang negara lain dalam kerja sama energi dengan AS.
Namun, Brasil hanya melihat sedikit perkembangan dari permohonannya agar AS mencabut tarif impor sebesar 53 sen per 3,8 liter ethanol yang menjadi bahan bakar alternatif. Obama mengakui terdapat ketegangan hubungan kerja sama AS dan Brasil terhadap ethanol dan berharap masalah ini dapat diselesaikan.
Obama juga memuji upaya Silva mengembangkan biofuel dan ingin meniru langkah serupa untuk mengembangkan sumber energi ramah lingkungan bagi AS. Silva merupakan pemimpin Amerika Latin pertama yang bertemu dengan Presiden Barack Obama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang