Gunakan Calo Singapura, Ekspor Indonesia Kalah Saing

Kompas.com - 15/03/2009, 10:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para eksportir Indonesia dinilai kurang berupaya keras dalam membuka pasar tujuan ekspor baru atau melakukan ekspor sendiri tanpa menggunakan jasa perantara yang biasanya dikuasai Singapura. Padahal akibat krisis, eksportir Indonesia bisa mandiri dan mengambil alih peran para trader atau broker (calo) perdagangan internasional di Singapura yang saat ini tertekan akibat krisis perekonomian global.

"Selama ini, barang kita diperdagangkan orang lain, terutama Singapura. Akibatnya, Indonesia tidak memiliki eksportir yang tangguh. Saat ini, ketika produsen barang Indonesia berupaya menerobos pasar ekspor sendiri, mereka mulai menghadapi berbagai hambatan dari negara tujuan ekspor, biasanya masalah kebersihan produk atau isu lingkungan," ujar Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Menko Perekonomian Eddy Putra Irawady di Jakarta, Minggu (15/3).

Menurut Eddy, ekspor Indonesia juga tertekan oleh turunnya komoditas unggulan dan melemahnya permintaan di negara tujuan ekspor. Selain itu, sebagian besar eksportir Indonesia didominasi oleh perusahaan asing yang membangun pabrik di dalam negeri. Ketika para pengusaha itu mengalami kerugian di negara asalnya, kondisi perusahaan di Indonesia terkena dampaknya.

"Hanya sekitar 15 persen pemilik perusahaan berorientasi ekspor yang berdomisili di Indonesia, selebihnya berada di luar negeri. Sekitar 19-20 persen dari eksportir asal dalam negeri merupakan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)," kata Eddy.

Untuk menangani masalah ekspor akibat hambatan di negara tujuan, pemerintah telah membentuk sebuah unit khusus yang memberikan pendampingan secara langsung kepada para eksportir yang terkena masalah. "Selain itu, kami berupaya agar UMKM berorientasi ekspor mendapatkan bantuan pembiayaan dari lembaga keuangan, baik bank dan nonbank," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau