Korban Penembakan di Modernland Akhirnya Tewas

Kompas.com - 15/03/2009, 14:39 WIB

Laporan wartawan Persda Network, Eko Sutriyanto

JAKARTA, KOMPAS.com — Nasruddin Zulkarnain (41), korban penembakan dua pria tidak dikenal di kawasan Golf Modernland, Tangerang, akhirnya mengembuskan nafas terakhir Minggu (15/3) sekitar pukul 12.05.

Hingga korban yang tercatat sebagai direksi Rajawali Nusantara Indonesia, perusahaan BUMN, meninggal dunia sejak peristiwa penembakan di Jalan Raya Metropolis Modernland, Tangerang, Sabtu (14/3) pukul 14.00, tidak sadarkan diri dan peluru masih tetap berada di kepala.

"'Kami mewakili keluarga memberitahukan kakak kami telah tiada, tadi sekitar pukul 12.05," ungkap Andi Samsudin (39), adik kandung Nasruddin, di ruang ICU RSPAD Gatot Soebroto, Minggu (15/3).

Korban meninggalkan seorang istri, Arinda (38), dan dua orang putra yang masih duduk di  kelas II SD dan anak berusia 4 tahun.

Pihak keluarga berharap pihak kepolisian bisa memproses penyidikan sehingga bisa menuntaskan penyelidikan ini dan bisa menangkap pelakunya. "Kejadian penembakan ini jelas sistematis karena pelaku tahu korban main golf. Kami sangat berharap Kapolri mengungkap kasus ini dan menangkap dalangnya," ungkapnya kepada wartawan.

Terkait dengan yang menyebabkan korban dihabisi, keluarga menyerahkan sepenuhnya penyelidikan ke polisi. "Pihak kepolisian lebih tahu cara pengungkapannya," ujarnya.

Rencananya jenazah korban akan dimakamkan di tanah kelahirannya di Makasar karena di sana banyak sanak saudaranya. Suasana di ruang ICU sendiri berlangsung haru. Keluarga korban berteriak-teriak histeris begitu mengetahui anggota keluarganya meninggal dunia.

Kasus penembakan itu berawal saat Nasrudin seusai main golf 1 round Padang Golf Modernland, Tangerang, Sabtu (14/3) pukul 14.00, dia mengajak sopirnya ke kantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Beberapa meter setelah mobil Nasrudin melewati gerbang kawasan padang golf itu, mobil BMW-nya dipepet oleh sepeda motor yang menembak ke arah pintu kiri belakang. Ada dua peluru ditembakkan, dua-duanya kena, satunya masih bersarang di kepala Nasrudin.

Korban sempat dilarikan RS Mayapada Tangerang, tetapi karena tidak bisa menanganinya, dia dilarikan RSPAD Gatot Subroto, Minggu (14/3) pukul 23.00.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau