MILAN, KOMPAS.com — Pelatih Fiorentina, Cesare Prandelli, tetap optimistis timnya bakal merebut zona Liga Champions musim depan. Posisi itu lepas dari tangan mereka pekan ini seusai dikalahkan Inter Milan, 0-2.
Dua gol Inter itu dicetak oleh striker Zlatan Ibrahimovic. Setelah tertinggal pada menit ke-11, "La Viola" langsung merespons dengan serangan tak kenal henti. Akan tetapi, kepiawaian kiper Julio Cesar membuat seluruh serangan tim tamu patah.
"Fiorentina mencoba menyerang mereka dengan segala cara dan pelan-pelan kami membuat lima atau enam peluang mencetak gol, tidak mudah melawan tim seperti ini," komentar Prandelli seusai pertandingan. "Jika kami menjaga semangat ini, 10 laga sisa di akhir musim akan bernilai positif."
Posisi keempat Serie A kini beralih ke tangan Genoa setelah Diego Milito dkk menaklukkan Cagliari, Sabtu (14/3). Fiorentina berada di belakangnya dengan selisih dua poin, sementara AS Roma menempel dengan poin sama tetapi berselisih gol lebih sedikit.
Kehilangan poin di Giuseppe Meazza membuat Prandelli kecewa, apalagi dalam duel itu ia melihat wasit tidak memberikan keputusan tepat. Gol pertama Ibrahimovic, misalnya, lahir setelah kiper Sebastian Frey gagal menepis bola karena takut terkena kaki Ibra yang terangkat tinggi.
"Sungguh sulit mengomentari setiap kejadian dan hasilnya tak akan berubah. Usai babak pertama Frey bilang kepada saya bahwa dia takut dan ragu karena melihat lutut Ibrahimovic sangat dekat dengannya," tambah Prandelli.
Prandelli juga sempat memprotes wasit saat Davide Santon mengarahkan kakinya ke iga Gianluca Comotto. Seragam Comotto robek, sementara iganya berdarah. Prandelli melihat pelanggaran seperti ini semestinya diganjar kartu merah, tetapi wasit memberikan kartu kuning untuk Santon.
Wasit akhirnya memang memberikan kartu merah, tetapi kepada pelatih Inter, Jose Mourinho. Protes Mourinho atas pelanggaran Felipe Melo kepada Santon dianggap berlebihan oleh sang pengadil. (CH4)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang