Bonus AIG Fantastis

Kompas.com - 16/03/2009, 06:04 WIB
 
 
NEW YORK, SABTU — Perusahaan asuransi American International Group memberikan bonus fantastis bernilai jutaan dollar AS kepada para eksekutifnya walaupun perusahaan sudah menerima dana talangan yang berasal dari uang para pembayar pajak sebesar 170 miliar dollar AS.

(AIG) sebelumnya telah berjanji kepada Pemerintah AS untuk membatasi bonus. Namun, Departemen Keuangan menyatakan pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk melarang pembayaran bonus itu.

Pada awal bulan ini, AIG menyatakan merugi 61,7 miliar dollar AS untuk periode kuartal keempat tahun lalu. Nilai kerugian itu merupakan yang terbesar dalam sejarah korporasi di seluruh dunia.

Menteri Keuangan Timothy Geithner dilaporkan telah meminta manajemen AIG untuk menghitung kembali bonus dimasa yang akan datang. Geithner juga telah memanggil Chairman AIG Edward Liddy dan meminta
Liddy mengkaji lagi struktur bonus mereka.

”Struktur bonus seperti ini tidak dapat dilakukan mengingat miliran dollar AS uang milik para pembayar pajak telah dikucurkan untuk AIG,” ujar Geithner seperti dikutip sejumlah sumber.

Dalam suratnya kepada Geithner, Sabtu lalu, Liddy menginformasikan bahwa pengacara di luar AIG memberi tahu bahwa AIG memiliki kewajiban dalam kontrak untuk membayar bonus. AIG dapat dituntut jika tidak
melakukan hal sesuai dengan kontrak.

Liddy mengatakan, kesepakatan tersebut dibuat awal tahun 2008 sebelum AIG memburuk dan harus menerima talangan pemerintah. Dalam dokumen AIG disebutkan, ada kewajiban membayar bonus sekitar 165 juta dollar AS yang dibagi pada 15 Maret. Bonus lain sejumlah 55 juta dollar AS telah dibagikan kepada 400 pegawai bagian produk keuangan.

Dalam perjanjian berikutnya, diperkirakan jumlah bonus akan berkurang hingga 30 persen. Liddy harus menghadap ke DPR hari Rabu nanti untuk menjelaskan masalah bonus ini.

Digugat

Sementara itu, Ketua Komisi Jasa Keuangan DPR AS Barney Frank juga menggugat pemberian bonus kepada para eksekutif Bank of America dan Merrill Lynch. Frank menginginkan BoA memberikan rincian soal pemberian bonus tahun 2008 sebesar 6,9 miliar dollar AS, termasuk bonus 3,6 miliar dollar AS yang diberikan kepada mantan petinggi Merrill Lynch.

Isu tentang bonus miliran dollar AS yang diberikan kepada para eksekutif pada masa resesi juga memicu Jaksa New York Andrew Cuomo membawa masalah itu ke pengadilan.

Cuomo sedang membuktikan apakah BoA melanggar UU keterbukaan perusahaan sekuritas dalam hal mengungkapkan penerimaan bonus para eksekutifnya. BoA menerima 45 miliar dollar AS dari Program Pembersihan Aset Bermasalah.

Merrill memberikan bonus hanya beberapa hari sebelum BoA menyelesaikan transaksi akuisisi Merrill pada 1 Januari 2009. Kerugian bersih Merrill sebesar 27,6 miliar dollar AS tahun lalu.

(AP/ REUTERS/AFP/JOE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau