BANDUNG, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat terus mengupayakan agar pengadaan bilik suara kembali dilakukan menyusul gagalnya tender pengadaan bilik suara tingkat Provinsi Jabar beberapa waktu lalu.
Diungkapkan Ketua KPU Jabar Ferry Kurnia Rizkiansyah seusai membuka kampanye damai pemilu yang diikuti seluruh peserta, Senin (16/3). Hari ini, KPU akan mengadakan rapat pleno untuk menentukan mekanisme pengadaan bilik suara.
"Sepenuhnya kewenangan tim pengadaan, kami sudah mendapat rujukan hukum dari KPU pusat," ujar Ferry.
Skenario terburuk bila pengadaan tidak bisa dilakukan, pelaksanaan pemungutan suara bisa menggunakan bilik suara dari bahan lain seperti kayu atau dari kain.
Akibat gagalnya pengadaan bilik suara, KPU tingkat daerah terancam harus mengadakan pemungutan suara menggunakan bahan selain aluminium yang digunakan dalam Pemilu 2004. Selain itu, ukuran bilik suara yang lebih kecil dari kertas suara. (eld)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang