Rusunami Pulogebang Dapat Dana dari BTN

Kompas.com - 16/03/2009, 18:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Tabungan Negara (BTN) membiayai kredit konstruksi senilai Rp 90 miliar Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Pulogebang untuk pembangunan tiga tower sebagai tahap awal.

"Pencairan kreditnya sendiri dilaksanakan secara bertahap, seperti saat ini progress (kemajuan) sudah 20 persen," kata Direktur Kredit BTN Purwadi di Jakarta, Senin (16/3), seusai penandatanganan perjanjian kredit.

Penandatanganan kredit Rusunami Sentra Baru Timur di Pulogebang dilaksanakan Direktur PT Bakrie Pangripta Loka Wawan D Guratno dengan Kepala Cabang BTN Bekasi Yunan Harahap.
  
Rusunami Sentra Baru Timur merupakan kerja sama operasi (joint operation) PT Bakrie Pangripta Loka sebesar 51 persen dengan Perum Perumnas sebesar 49 persen yang rencananya akan dibangun 10 menara rusunami.

Lebih jauh Wawan mengatakan, pembangunan tiga menara terdiri  dari 1.221 unit, sebanyak 704 unit sudah terjual, serta saat ini tengah dijalin kerja sama dengan PGRI 400 unit dan Bakrie Telekom 150 unit.
     
Wawan mengatakan, penyelesaian pekerjaan struktur tiga menara ditandai pengecoran lantai paling atas pada Juli 2009. Dengan demikian, diharapkan Desember 2009-Januari 2010 sudah siap serah terima.
   
Lebih jauh Purwadi mengatakan, sampai Februari 2009 BTN baru mencairkan kredit konstruksi di dua lokasi yakni pertama di Cimahi dan di Sentra Baru Timur. Sedangkan, lainnya menunggu aspek legal diselesaikan.
   
"Syarat kredit konstruksi (Kredit Yasa Griya) dapat dicairkan semua izin termasuk IMB sudah diselesaikan, serta prospek penjualan yang ditandai konsumen yang sudah membayar tanda jadi," ujarnya.
   
Prospek merupakan hal yang penting dalam pencairan kredit konstruksi sebab kalau nanti dicairkan begitu saja tanpa melihat prospek pengembang akan sulit membayar seandainya proyek tidak laku, kata Purwadi.

Purwadi mengatakan, sampai dengan Februari pihaknya sudah menyalurkan kredit Rp 1,9 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 250 miliar merupakan kredit konstruksi yang disalurkan di dua lokasi.
   
Dia memastikan sampai saat ini sudah ada 10 pengembang rusunami yang menandatangani akad untuk Kredit Pemilikan Rusunami syaratnya harus sudah menyelesaikan struktur.
  
Tingkat bunga yang ditetapkan untuk kredit konstruksi Sentra Baru Timur, Purwadi mengatakan, 15,5 persen dengan tingkat bunga mengambang.
   
Sementara it, Wawan mengatakan, untuk serah terima unit Rusunami akhir 2009 sudah dilengkapi fasilitas ibadah, kolam renang, jogging track, area komersial dengan biaya jasa (service charge) sekitar Rp 5000 per meter persegi.
   
Mengenai delapan menara sisanya kapan akan diselesaikan, Wawan mengatakan akan melihat animo masyarakat dulu. Akan tetapi, diperkirakan sekitar tahun 2011 akan selesai dibangun seluruhnya. "Sesuai manajemen risiko kami baru akan bangun kalau pembeli sudah mencapai 80 sampai 90 persen," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau