Di Jateng, Angka Kriminalitas Turun

Kompas.com - 16/03/2009, 19:29 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Angka kriminalitas yang terjadi selama Februari 2009 di wilayah Polda Jawa Tengah mengalami penurunan hingga 18,6 persen dibanding bulan sebelumnya.
   
"Pada bulan Februari 2009, angka tindak pidana hanya sekitar 487 kasus, sedangkan pada bulan Januari mencapai 598 kasus," kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, ketika memberi paparan persiapan Pemilu 2009 di hadapan Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng, Senin (16/3).
   
Ia mengatakan, jumlah kasus yang paling menonjol selama  Februari tersebut, yakni kasus pencurian dengan pemberatan (curat) mencapai 218 kasus. "Jumlah itu termasuk turun dibandingkan dengan bulan Januari yang mencapai 283 kasus," katanya.
   
Kasus tindak pidana (kriminalitas) terbesar kedua adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pada bulan tersebut, jumlahnya mencapai 141 kasus atau turun dibanding Januari lalu yang mencapai 143 kasus.
   
Pada Februari pula ada kasus pembunuhan enam kasus, perkosaan lima kasus, uang palsu empat kasus, dan kenakalan remaja empat kasus.
   
Berdasarkan urutan 10 kasus tindak pidana terbanyak selama bulan Januari-Februari 2009, curat menduduki peringkat pertama dengan jumlah kasus 501 kasus, curanmor 284 kasus, penggelapan 219 kasus, dan pencurian biasa 215 kasus.
   
Berikutnya, tindak pidana penipuan 182 kasus, perjudian 126 kasus, narkoba 105 kasus, penganiayaan ringan 100 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) 61 kasus, dan penganiayaan berat 58 kasus.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau