JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G-20 di Inggris baru-baru ini menyepakati untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ekspansif antara lain dengan penurunan tingkat bunga secara drastis."Negara-negara G-20 akan mempertahankan kebijakan moneter yang
ekspansif selama diperlukan melalui pemanfaatan berbagai instrumen
moneter," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin (16/3) malam.
Menkeu menyatakan hal itu ketika menjelaskan hasil pertemuan para menteri dan gubernur bank sentral G-20 dalam rangka persiapan pertemuan kepala negara di London pada April 2009.
Menurut dia, instrumen kebijakan dimaksud termasuk instrumen kebijakan moneter yang nonkonvensional sejalan dengan perkembangan stabilitas harga.
Kesepakatan mempertahankan kebijakan moneter yang ekspansif merupakan satu dari delapan upaya lanjutan dalam rangka memulihkan pertumbuhan ekonomi dunia, mendukung pinjaman, dan reformasi untuk memperkuat sistem keuangan global.
Komitmen lain yang disepakati G-20 adalah kesepakatan untuk memerangi segala bentuk proteksionisme dan memelihara kebebasan berinvestasi dan perdagangan dalam rangka memulihkan pertumbuhan.
Juga disepakati pemulihan pinjaman (kredit) dengan menangani masalah-masalah sistem keuangan secara langsung melalui penerusan bantuan likuiditas, rekapitalisasi perbankan, dan penanganan aset-aset bermasalah melalui kerja sama.
Anggota G-20 juga memberikan komitmen melakukan upaya ekspansi fiskal yang memadai untuk memulihkan pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.
Para menteri dan gubernur bank sentral G-20 juga berkomitmen membantu negara-negara berkembang dalam menghadapi masalah yang timbul akibat membaliknya arus modal (reversal of capital flow).
Sementara itu untuk memperkuat sistem keuangan global, anggota G-20 telah menyelesaikan langkah-langkah segera yang tertuang dalam Washinton Action Plan, dan menyambut baik ekspansi Financial Stability Forum (FSF) yang mencakup semua negara G-20. "Dengan kesepakatan itu, Indonesia yang sebelumnya tak masuk ke FSF menjadi masuk di dalamnya," kata Menkeu.
Anggota G-20 juga sepakat melakukan regulatory oversight termasuk antara lain pendaftaran semua credit rating agency dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan International Organization Securities Commission (IOSCO).
Juga disepakati untuk memperkuat efektivitas dan legitimasi lembaga keuangan internasional dengan memperkuat manajemen dan pengelolaannya serta memastikan agar kebijakannya mencerminkan perkembangan ekonomi global. "Jika selama ini IMF hanya dipimpin oleh tokoh dari Eropa dan Bank Dunia oleh tokoh dari AS, nantinya mereka harus dipilih melalui proses yang terbuka dan berbasis kinerja dan kelayakan atau merit based," kata Menkeu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang