Klaim Mulai Meningkat, Jamsostek Siapkan Rp 5 Triliun

Kompas.com - 17/03/2009, 10:25 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Jamsostek menyiapkan dana Rp 5 triliun untuk membayar klaim para pekerja peserta Jamsostek yang di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja.
    
Kepala Kanwil I PT Jamsostek (Persero) Dr. H Mas’ud Muhammad  mengatakan, di Medan, Selasa (17/3), pada 2009 di seluruh dunia diprediksi jutaan pekerja akan kehilangan pekerjaan akibat krisis global yang mendera dunia belakangan ini.

Hal yang sama juga mulai dirasakan di Indonesia, dibuktikan mulai naiknya tingkat klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di beberapa cabang Jamsostek di seluruh Indonesia. "Untuk itu kami sudah siap melayani klaim tersebut dan Jamsostek pusat telah menyiapkan dana Rp 5 triliun untuk klaim pekerja yang mengalami PHK," katanya.
    
Ia mengatakan, krisis global memang cukup menyulitkan di hampir semua perusahaan khususnya perusahaan yang memang produknya diekspor, terutama ke Amerika Serikat dan Eropa. "Masalah keuangan di perusahaan saat ini sudah cukup kritis sehingga banyak perusahaan telah merumahkan sebagian karyawannya, bahkan PHK. Di beberapa media disebutkan bahwa ini tidak hanya di Asia tapi secara global," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah sudah mengambil kebijakan yang semula di PP 14 disebutkan bahwa kalau pekerja dengan kepesertaan Jamsostek sudah mencapai 5 tahun kemudian berhenti bekerja, menunggu enam bulan tidak mendapat pekerjaan baru, bisa mengambil tabungannya yang ada di Jamsostek.
    
Namun, mulai 12 Januari 2009 waktu tunggu JHT dari 6 bulan menjadi 1 bulan sesuai PP No 1 Tahun 2009. "Menghadapi PHK besar-besaran itu, Jamsostek sudah benar-benar siap. Berapa pun dana yang akan diambil oleh peserta Jamsostek, kami sudah siap untuk membayar klaim tersebut," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau