MILAN, KOMPAS.com - Bek Inter Milan, Davide Santon mengakui, pelanggaran kerasnya kepada pemain Fiorentina, Gianluca Comotto pantas berbuah kartu merah. Walau begitu, Santon mengatakan tak sengaja melakukan pelanggaran keras itu.
"Kalau harus jujur, aku merasa wasit bersikap baik kepadaku (karena hanya memberikan kartu kuning atas pelanggaran itu). Tapi, sungguh aku tak berniat melakukan penjegalan itu," ungkap Santon kepada Il Corriere Dello Sport.
"Saat itu, aku sudah bergerak, namun Comotto bergerak di saat-saat terakhir dan waktu itu, aku tak bisa menghentikan pergerakanku," lanjut Santon.
Pelanggaran itu terjadi saat Inter menjamu Fiorentina di Stadion Giuseppe Meazza, akhir pekan silam. Saat itu, Santon ingin menghentikan bola yang masih melayang. Ia pun mengangkat kakinya agak tinggi. Kaki itu kemudian mendarat di sekitar pinggang Comotto, yang saat itu juga mengincar bola.
Atas pelanggaran itu, wasit Daniele Orsato hanya mengacungkan kartu kuning kepada Santon. Pemain masa depan Italia itu sendiri sudah bersikap ksatria dengan mengakui kesalahan tersebut.
Akibat benturan itu, Comotto mendapat memar pada tulang rusuknya. Saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan medis untuk diagnosis lebih jauh dan pemulihan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang