PT LNG Energi Utama Sambut Baik Penundaan SAA

Kompas.com - 18/03/2009, 03:31 WIB

 

JAKARTA,KOMPAS.com - PT LNG Energi Utama (PT LEU) menyambut baik niat pemerintah, yang akan menunda pemberian Sales Appointment Agreement (SAA) kepada PT Donggi Senoro, sampai adanya klarifikasi mengenai keterlibatan PT LEU di dalam pembangunan kilang gas LNG Senoro dan Matindok. Sebelumnya, pemerintah, melalui Menteri Energi dan Sumbar Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan bahwa pihaknya akan menunda pemberian Sales Appointment Agreement (SAA) kepada PT Donggi Senoro, sampai permasalahan yang terjadi antara PT Donggi Senoro dan PT LEU jelas dari sisi hukum.

 

"Kami bahkan berharap agar pemerintah meninjau ulang kontrak, yang sudah ditandatangani 22 Januari 2009 silam, antara Pertamina, Medco dan PT Donggi Senoro," kata Presiden Direktur PT LNG Energi Utama, Hariyanto, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa ( 17/3 ).

 

Lebih jauh ia menyatakan bahwa pihaknya memiliki kesangggupan, baik secara teknis maupun finansial, dalam membangun kilang gas di Senoro dan Matindok.

 

"Berikan kami kesempatan membangun kilang gas tersebut, maka kami akan membangun dengan biaya yang jauh lebih murah, dan harga gas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan harga yang diajukan PT Donggi Senoro," tegas Hariyanto.

 

Ia menyayangkan pernyataan sejumlah pihak, yang meragukan kemampuan LEU dalam mengembangkan kilang gas tersebut. Sebelumnya, mantan Direktur Utama Pertamina Ari Sumarno menyatakan bahwa PT LEU tidak memiliki kapasitas finansial untuk membangun kilang LNG Senoro. Ari juga sempat mengatakan bahwa PT LEU kalah dalam seleksi tender, karena tidak memiliki lisensi keuangan, sebagai syarat pembangunan kilang.

 

Menurut Hariyanto, pernyataan Ari Sumarno adalah tidak benar. Pada saat tender, PT LEU maju sebagai konsorsium, yang terdiri dari PT LEU, Golar LNG, serta Osaka Gas Co Ltd.

 

"Golar LNG adalah perusahaan pemilik kapal LNG terbesar di dunia, dan memiliki asset ketika itu lebih dari 2 miliar Dollar AS, dan Golar LNG adalah juga pemegang saham terbesar dari LNG International Pty Ltd, salah satu perusahaan induk dari PT LEU," jelas Hariyanto.

 

Dia menambahkan, Osaka Gas juga memiliki reputasi yang baik sebagai pembeli LNG di Bontang dan Arun, dan memiliki peringkat kredit ketika itu AA- dengan asset lebih dari 11 miliar dollar AS.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau