"Sampah" Kembali Ancam ISS

Kompas.com - 18/03/2009, 06:08 WIB
 

 

CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, Senin (16/3), mendeteksi serpihan sampah luar angkasa berukuran 10 sentimeter tidak lama setelah pesawat ulang alik Discovery meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS. Lintasan sampah luar angkasa itu diperkirakan sangat dekat dengan ISS dan membahayakan stasiun tersebut.

Sampah luar angkasa itu diyakini berasal dari satelit era Uni Soviet, Kosmos 1275, yang hancur tidak lama setelah diluncurkan tahun 1981. Para pakar di AS dan Rusia mempertimbangkan untuk memindahkan ISS jika diperlukan untuk menghindari ancaman terkena serpihan sampah itu.

”Tim di Houston dan Moskwa telah menyusun sebuah rencana untuk memindahkan ISS jika diperlukan, tetapi belum ada keputusan,” kata Kylie Clem, juru bicara NASA.

Setelah mempelajari dengan saksama, para pakar itu yakin bahwa ISS tetap aman di tempatnya sekarang. NASA juga memberikan status aman bagi ISS sehingga para awaknya tidak perlu dievakuasi.

Pekan lalu, tiga awak di ISS terpaksa dievakuasi dan berlindung sementara di kapsul darurat pesawat luar angkasa Rusia, Soyuz, setelah sebuah potongan sampah luar angkasa yang lebih kecil terlacak tengah meluncur dengan cepat menuju orbit ISS. Mereka hanya mendapat peringatan mendadak dan tidak memiliki cukup waktu untuk keluar dari jalur sampah luar angkasa tersebut.

NASA telah delapan kali memindahkan posisi ISS untuk menghindari sampah luar angkasa, yang terkini pada Agustus 2008. Pekerjaan memindahkan posisi ISS cukup mudah, tetapi memakan bahan bakar cukup banyak.

Menyesuaikan

Pemindahan posisi ISS mengharuskan pesawat ulang alik Discovery menyesuaikan posisi untuk sandar. Diperkirakan, Discovery sandar di ISS pada hari Selasa pukul 21.13 GMT atau Rabu pukul 04.13 WIB.

Ketujuh awak Discovery tengah melakukan inspeksi pada sayap dan hidung pesawat menggunakan lengan robotik. Langkah itu adalah prosedur standar setelah peluncuran guna memeriksa adanya kerusakan yang terjadi selama peluncuran. Pemantauan rekaman video peluncuran menunjukkan tidak ada hal signifikan pada tangki bahan bakar eksternal Discovery dan pada badan pesawat ulang alik.

Sampah luar angkasa menjadi kekhawatiran terbesar NASA sejak lempengan pelindung panas yang lepas memecahkan tangki bahan bakar eksternal dan meretakkan sayap pesawat ulang alik Columbia tahun 2003. Akibatnya, Columbia meledak saat memasuki atmosfer Bumi dan menewaskan ketujuh awaknya.

NASA menghentikan seluruh misi pesawat ulang alik tahun 2003. Misi pesawat ulang alik baru dimulai lagi dengan peluncuran pertama Discovery pada Juli 2005.

”Tampaknya kita memiliki sedikit lebih banyak (sampah luar angkasa) saat ini daripada di masa lalu,” kata Paul Dye, Direktur Penerbangan NASA.

”Ini agak mirip dengan lalu lintas di jalan raya. Kadang-kadang buruk, kadang-kadang tidak. Kadang-kadang Anda bisa tahu mengapa, tetapi kadang-kadang Anda tidak yakin dari mana asalnya,” ujar Dye.

Demi amannya, NASA tidak ingin ada benda apa pun yang tersesat di ”kotak” imajiner di sekeliling ISS. Kotak itu berukuran 24 kilometer x 24 kilometer x 1 ,6 kilometer. (ap/afp/reuters/fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau