BP Migas Minta Formula Harga Gas Senoro Diubah

Kompas.com - 18/03/2009, 08:06 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com  - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas meminta konsorsium pengembang Senoro agar mengubah formula harga gas yang sudah disepakati. BP Migas meminta ada batas bawah harga minyak yang dipakai sebagai patokan penetapan harga gas.

Kepala BP Migas R Priyono, Selasa (17/3) di Jakarta, menyatakan, sangat beralasan pemerintah tidak mengira harga minyak bakal serendah saat ini. ”Kami minta floor price minimal seperti yang pernah ditawarkan Mitsubishi, 3,8 dollar AS per MMBTU di harga minyak 40 dollar AS,” ujarnya.

Dengan demikian, kesepakatan jual beli gas antara Pertamina dan Medco Energi sebagai pemasok gas dengan Mitsubishi sebagai pemilik saham terbesar dalam pembangunan kilang gas alam Cair Donggi Senoro harus ditinjau ulang.

Dalam kesepakatan jual beli gas yang diteken 22 Januari 2009, konsorsium sepakat menggunakan formula perhitungan harga mengikuti harga minyak tanpa ada batas atas dan bawah. BP Migas menilai, dengan kesepakatan itu, negara akan dirugikan jika harga minyak terus turun.

Selain itu, kata Priyono, instruksi pemerintah untuk memprioritaskan kebutuhan domestik harus dipenuhi. ”Sesuai perintah Wakil Presiden, pasokan gas untuk pupuk harus dipenuhi,” tuturnya.

Menurut Direktur Proyek Medco Energi Lukman Mahfoedz, pihaknya sudah pernah menawarkan opsi adanya batas bawah dalam formula LNG, dengan konsekuensi pembeli meminta adanya batas atas. ”Pengalaman kami, ketika harga minyak tinggi, adanya batas ini tidak dihendaki. Oleh karena itu, kemudian diputuskan tidak memakai pembatasan,” kata Lukman.

Terkait pasokan gas, BP Migas memastikan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) akan mendapatkan 6 kargo dari LNG Bontang. Akibat krisis ekonomi, ada 13-15 kargo LNG tidak diambil oleh pembeli Jepang dan Korea Selatan.

Selain dipakai untuk PIM, sekitar 2-4 kargo LNG Bontang akan dipakai untuk menggantikan kewajiban pengiriman LNG dari Kilang Tangguh.

Pengiriman perdana dari kilang Tangguh ke Fujian, China, dijadwalkan Mei 2009. Priyono mengatakan, saat ini sedang dibicarakan masalah komersialnya dengan pihak BP Migas sebagai operator Tangguh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau