Aman, BI Awasi Rupiah

Kompas.com - 18/03/2009, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (18/3) pagi, turun, tetapi posisinya dinilai masih aman akibat ketatnya pengawasan Bank Indonesia terhadap bank-bank asing yang bermain valuta asing.

"Posisi rupiah masih aman dan berada di bawah angka Rp 12.000 per dollar yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Meski saat ini turun, tapi tidak perlu dikhawatirkan," kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta, Rabu.
   
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menjadi Rp 11.970/11.985 per dollar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 11.960/11.975 atau turun 10 poin.
   
Kostaman mengatakan, rupiah seharusnya bisa bergerak naik kalau melihat dollar di pasar regional melemah terhadap euro. Masalahnya, pasar uang domestik memang agak berbeda. "Sekalipun ada isu positif, rupiah justru terpuruk dan sebalik tidak ada isu malah menguat. Hal ini semua tergantung dari persediaan dan permintaan pasar," katanya.
   
Rupiah, menurut dia, sulit untuk bisa menguat menjauhi angka Rp 12.000 per dollar. Apalagi, tekanan krisis global semakin berat dan pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan hanya 4 persen. "Hal ini menyebabkan pelaku pasar khawatir dengan isu bahwa Amerika Serikat akan menarik mata uangnya di pasar dunia untuk mendukung paket stimulus sektor keuangan dengan menerbitkan obligasi," katanya.

Ia mengatakan, posisi rupiah yang saat ini masih di bawah level itu, terutama disebabkan pasar Indonesia masih tetap menarik yang mendorong investasi asing juga mengalir ke pasar domestik itu.
   
Investasi asing masih terjadi terutama dari kawasan Timur Tengah seperti Qtel yang meningkatkan pemilikan sahamnya di Indosat. "Indonesia sampai saat ini masih merupakan pasar investasi nomor tiga di dunia, selain China dan India," katanya.

Kostaman juga mengatakan, rupiah pada sore nanti diperkirakan masih berada di bawah angka batas psikologis karena tekanan pasar tidak cenderung membesar karena sebagian pelaku utama menunggu  hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Washington. "Akibatnya, aktivitas pasar agak lesu, meski didominasi aksi beli dollar dalam jumlah yang relatif tidak besar," ucapnya.

Meski demikian, lanjut dia, ke depan peluang rupiah untuk menguat dan menjauhi angka Rp 12.000 per dollar masih ada.
   
Apalagi, dana pengusaha lokal yang berada di luar negeri menjelang pemilihan umum masuk ke pasar domestik. "Masuknya dana lokal itu karena para pengusaha Indonesia mempunyai kepentingan dalam pelaksanaan pemilihan umum," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau