BEM Unsoed Tuntut Sosialisasi Pemilu Untuk Mahasiswa

Kompas.com - 18/03/2009, 13:32 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com - Setidaknya 30 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (18/3), berunjukrasa menuntut Komisi Pemilihan Umum Banyumas memberikan sosialisasi pemilu bagi mahasiswa. 

Hal itu menyusul lebih dari 70 persen mahasiswa Unsoed merupakan pendatang. Koordinator lapangan unjuk rasa, Jatmono mengatakan, hampir setiap mahasiswa Unsoed belum ada yang mengetahui sistem pemilihan sekarang. Padahal, umumnya mahasiswa Unsoed adalah pendatang. 

"Kami meminta agar KPU dapat memfasilitasi dan memberikan sosialisasi terkait sistem pemilu yang berlaku saat ini," katanya. 

Terlebih, lanjutnya, sekarang ini bagi setiap pemilih yang berasal dari pendatang harus melengkapi diri dengan formulir A5.  "Kalau teman-teman kami yang kebanyakan pendatang itu tak mengetahui persyaratan yang baru ini kan, hak suara mereka bisa hilang," katanya. 

Selain mahasiswa, kata Jatmono, masyarakat sekitar kampus Unsoed juga masih banyak yang belum mengetahui tata cara mencontreng untuk pemungutan suara. "Ini menandakan sosialisasi pemilu belum menyentuh masyarakat," ucapnya. 

Divisi Sosialisasi KPU Banyumas Agus Wahyudi mengatakan, sosialisasi pemilu sudah dilaksanakan sejak akhir tahun 2008. Karenanya, pada dasarnya sosialisasi sudah gencar dilakukan ke setiap warga. 

Kalangan BEM dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unsoed, lanjutnya, juga sudah meminta kerjasama untuk sosialisasi pemilu di kalangan mahasiswa. 

"Karenanya, sosialisasi pemilu di kalangan mahasiswa pun sudah berjalan," katanya. 

Agar setiap mahasiswa tetap bisa menggunakan hak pilihnya, Divisi Penyelenggaraan Teknis Pemilu KPU Banyumas, Dodod Widodo mengatakan, sebaiknya mahasiswa pendatang juga memeriksa apakah mereka sudah terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT) atau belum di daerah asalnya. 

Dengan demikian, mahasiswa pendatang baru bisa memperoleh kepastian apakah sudah masuk sebagai pemilih atau belum. "Kalau sudah masuk dalam DPT, tentu dia bisa membuat formulir A5 agar bisa menggunakan hak pilihnya di Banyumas," katanya menjelaskan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau