BANYUMAS, KOMPAS.com - Setidaknya 30 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (18/3), berunjukrasa menuntut Komisi Pemilihan Umum Banyumas memberikan sosialisasi pemilu bagi mahasiswa.
Hal itu menyusul lebih dari 70 persen mahasiswa Unsoed merupakan pendatang. Koordinator lapangan unjuk rasa, Jatmono mengatakan, hampir setiap mahasiswa Unsoed belum ada yang mengetahui sistem pemilihan sekarang. Padahal, umumnya mahasiswa Unsoed adalah pendatang.
"Kami meminta agar KPU dapat memfasilitasi dan memberikan sosialisasi terkait sistem pemilu yang berlaku saat ini," katanya.
Terlebih, lanjutnya, sekarang ini bagi setiap pemilih yang berasal dari pendatang harus melengkapi diri dengan formulir A5. "Kalau teman-teman kami yang kebanyakan pendatang itu tak mengetahui persyaratan yang baru ini kan, hak suara mereka bisa hilang," katanya.
Selain mahasiswa, kata Jatmono, masyarakat sekitar kampus Unsoed juga masih banyak yang belum mengetahui tata cara mencontreng untuk pemungutan suara. "Ini menandakan sosialisasi pemilu belum menyentuh masyarakat," ucapnya.
Divisi Sosialisasi KPU Banyumas Agus Wahyudi mengatakan, sosialisasi pemilu sudah dilaksanakan sejak akhir tahun 2008. Karenanya, pada dasarnya sosialisasi sudah gencar dilakukan ke setiap warga.
Kalangan BEM dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unsoed, lanjutnya, juga sudah meminta kerjasama untuk sosialisasi pemilu di kalangan mahasiswa.
"Karenanya, sosialisasi pemilu di kalangan mahasiswa pun sudah berjalan," katanya.
Agar setiap mahasiswa tetap bisa menggunakan hak pilihnya, Divisi Penyelenggaraan Teknis Pemilu KPU Banyumas, Dodod Widodo mengatakan, sebaiknya mahasiswa pendatang juga memeriksa apakah mereka sudah terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT) atau belum di daerah asalnya.
Dengan demikian, mahasiswa pendatang baru bisa memperoleh kepastian apakah sudah masuk sebagai pemilih atau belum. "Kalau sudah masuk dalam DPT, tentu dia bisa membuat formulir A5 agar bisa menggunakan hak pilihnya di Banyumas," katanya menjelaskan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang