PURWAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian warga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terpaksa mengumpulkan dana secara swadaya untuk pengasapan atau fogging sarang nyamuk. Anggaran dari pemerintah setempat hanya cukup untuk 20 kali pengasapan. Padahal, sejak Januari hingga pertengahan Maret 2009, Dinas Kesehatan telah melakukan pengasapan sebanyak 41 kali.
Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Agung Darwis, di Purwakarta, Rabu (18/3), mengatakan, sebagian besar pengasapan menggunakan dana yang dikumpulkan masyarakat akibat keterbatasan anggaran. Sekali pengasapan untuk wilayah seluas 16 hektar, butuh dana Rp 1,25 juta. Itu termasuk ongkos bahan bakar, obat, dan tenaga pengasap.
Tingginya permintaan pengasapan di Purwakarta terkait dengan maraknya kasus serangan demam berdarah dengue (DBD). Sejak Januari hingga pertengahan Maret ini, telah terjadi 387 kasus. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding periode Januari-Maret 2008 yang hanya 106 kasus.
Pada bulan Januari 2009 saja terjadi sedikitnya 178 kasus. Itu naik lebih dari enam kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Adapun selama Februari 2009 terjadi 155 kasus atau tiga kali lipat lebih dibandingkan dengan Februari 2008.
"Akan tetapi, sejak memasuki Maret ini, jumlah kasus DBD relatif menurun dibandingkan dengan Januari atau Februari. Selama dua pekan awal Maret ada 54 kasus DBD," tambah Agung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang