Jangan Ragukan Netralitas TNI pada Pemilu 2009

Kompas.com - 18/03/2009, 21:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat diminta tidak perlu lagi meragukan komitmen institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bersikap netral dan tidak berpolitik, terutama dalam momen Pemilihan Umum 2009. Komitmen untuk bersikap netral seperti itu sudah sesuai dengan aturan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Dengan begitu tidak perlu lagi ada muncul pendapat atau komentar yang meragukan dan bahkan mengarah pada perbuatan fitnah, yang sama sekali tidak sesuai dengan bukti perbuatan serta langkah kebijakan yang selama ini diambil dan dilakukan oleh TNI.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Marsda Sagom Tamboen, Rabu (18/3), dalam pernyataan persnya kepada Kompas.

Sagom menanggapi pernyataan aktivis demokrasi Fadjroel Rachman, yang mengaku khawatir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menggunakan jaringan teritorial TNI untuk memenangkan Yudhoyono dan Partai Demokrat dalam Pemilu 2009.

Seperti diwartakan, Fadjroel menyatakan hal itu Selasa kemarin saat hadir dalam diskusi dan peluncuran buku berjudul Ragam Ekspresi Islam Nusantara. Fadjroel mengomentari pecahnya koalisi Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menurut Sagom, pernyataan Fadjroel itu bisa mengusik dan menyakiti hati seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) TNI, yang selama ini berupaya netral. Dia menilai kekhawatiran Fadjroel tidak disertai bukti atau alasan yang masuk akal sehingga malah terkesan seperti ramalan.

Sementara itu, dalam amanat tertulis Panglima Kodam Jaya Mayjen Darpito Pudyastungkoro menegaskan segenap jajaran prajuritnya untuk menjaga dan mewujudkan komitmen netralitas TNI, terutama mereka yang bertugas dalam satuan tugas pengamanan Pemilu 2009. Darpito juga menegaskan seluruh prajurit TNI di Kodam Jaya agar jangan melakukan perbuatan apa pun, yang dapat menodai netralitas TNI. Mereka harus mampu bersikap netral sekaligus menjaga jati diri TNI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau