Pertamina Jamin BBM Aman Saat Pemilu

Kompas.com - 19/03/2009, 15:16 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com — Pemilihan Umum (Pemilu) akan dilaksanakan hanya tinggal hitungan minggu, tepatnya tanggal 9 April 2009. PT Pertamina memperkirakan dalam proses pelaksanaan pemilu tersebut berdasarkan pengalaman di pemilu sebelumnya selalu terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Untuk Pemilu tahun 2009, PT Pertamina memperkirakan akan ada kenaikan konsumsi BBM 10 hingga 15 persen. Untuk mengantisipasinya, Pertamina telah menyiapkan cadangan BBM. Dengan demikian, BUMN ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM.

"Peningkatan itu sendiri karena banyaknya aktivitas kendaraan yang terjadi terutama sebelum proses pemilu berlangsung hingga saat terjadinya pemilu, apalagi akan dilanjutkan dengan pemilu presiden. Dipastikan, nantinya akan ada konvoi sejumlah kendaraan dalam rangka kampanye dan kegiatan partai," kata VP Corporate Communication PT Pertamina Anang Rizkani Noor kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).

Menurutnya, PT Pertamina hingga saat ini memiliki cadangan BBM jenis premium cukup untuk 19 hari dan solar cukup untuk 35 hari. Selain itu, Pertamina juga menjamin tidak akan ada hambatan dalam pemasokan BBM ke semua SPBU yang ada di Indonesia. (CW6)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau