BIAK, KOMPAS.com - Hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab meningkatnya penderita diare yang menyerang 169 warga Biak Numfor dalam beberapa hari ini.
Kasubdin Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Biak, Andi Ridway Halim mengatakan, untuk mengetahui penyebab penyakit diare, Dinas Kesehatan telah membawa tiga space pasien untuk diperiksa di laboratorium kesehatan Jayapura.
"Pemeriksaan space sample pasien diharapkan dapat mengetahui secara detail penyebab meningkatnya penyakit diare ini," ujarnya.
Menurut Ridway, pihaknya juga menyiapkan 12 karton cairan infus atau 240 botol guna membantu penanganan pencegahan pasien diare yang ditangani RSUD Biak telah mencapai 169 orang.
Hari ini, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) bekerja sama dengan Subdin Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan, Kabupaten Biak Numfor, mengambil kotoran tiga pasien, Alda, Renaldo, dan Stevanus untuk diperiksa di laboratorium kesehatan Jayapura.
Kepala Ruangan Unit Gawat Darurat RSUD Biak, Hans Wayoi di Biak, Kamis, mengatakan, proses pengambilan kotoran pasien diare dilakukan kepada tiga penderita itu terdiri dari dua pasien anak dan satu pasien dewasa.
"Kotoran pasien yang diambil sebagai sample pemeriksaan telah dibawa ke Jayapura, bagaimana hasilnya kita masih menunggu apa sebenarnya penyebab diare," katanya.
Ia menambahkan, sampai dengan hari Kamis siang pukul 11:30 WIT ruang UGD RSUD Biak masih menerima pengobatan pasien penyakit diare terdiri satu dewasa dan satu anak-anak.
"Pasien diare yang baru masuk telah menjani rawat inap guna mendapatkan pemeriksaan intensif terhadap kesehatannya," kata Hans.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang