Penyebab Diare di Biak Belum Diketahui

Kompas.com - 19/03/2009, 16:26 WIB

BIAK, KOMPAS.com - Hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab meningkatnya penderita diare yang menyerang 169 warga Biak Numfor dalam beberapa hari ini.

Kasubdin Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Biak, Andi Ridway Halim mengatakan, untuk mengetahui penyebab penyakit diare, Dinas Kesehatan telah membawa tiga space pasien untuk diperiksa di laboratorium kesehatan Jayapura.

"Pemeriksaan space sample pasien diharapkan dapat mengetahui secara detail penyebab meningkatnya penyakit diare ini," ujarnya.
       
Menurut Ridway, pihaknya juga menyiapkan 12 karton cairan infus atau 240 botol guna membantu penanganan pencegahan pasien diare yang ditangani RSUD Biak telah mencapai 169 orang.

Hari ini, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) bekerja sama dengan Subdin Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan, Kabupaten Biak Numfor, mengambil kotoran tiga pasien, Alda, Renaldo, dan Stevanus untuk diperiksa di laboratorium kesehatan Jayapura.
      
Kepala Ruangan Unit Gawat Darurat RSUD Biak, Hans Wayoi di Biak, Kamis, mengatakan, proses pengambilan kotoran pasien diare dilakukan kepada tiga penderita itu terdiri dari dua pasien anak dan satu pasien dewasa.
      
"Kotoran pasien yang diambil sebagai sample pemeriksaan telah dibawa ke Jayapura, bagaimana hasilnya kita masih menunggu apa sebenarnya penyebab diare," katanya.

Ia menambahkan, sampai dengan hari Kamis siang pukul 11:30 WIT ruang UGD RSUD Biak masih menerima pengobatan pasien penyakit diare terdiri satu dewasa dan satu anak-anak.

"Pasien diare yang baru masuk telah menjani rawat inap guna mendapatkan pemeriksaan intensif terhadap kesehatannya," kata Hans.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau