Pemilu, Tunggu Partai Kasih Uang!

Kompas.com - 19/03/2009, 17:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Permainan politik uang (money politics) pada hari H pelaksanaan pemungutan suara harus diwaspadai bersama. Aksi yang sering disebut sebagai serangan fajar ini diprediksi akan kembali terjadi pada pemilu tahun ini, apalagi hasil survei yang dilakukan Reform Institute menunjukkan, sebagian besar masyarakat menyatakan akan menentukan pilihannya pada saat hari H. Saat ini, belum ada pilihan yang mereka tetapkan.

Survei terhadap 2520 responden menghasilkan 41,38 persen yang menyatakan baru akan menentukan pilihan pada hari pemberian suara. Pertanyaan selanjutnya, kapan menentukan pilihan partai/caleg?

Sebanyak 17,19 persen responden akan menentukan pilihan seminggu sebelum pemilu, dan 9,71 persen memilih menentukan pilihan dua minggu sebelumnya. Yang menarik, 31,72 responden masih merahasiakan kapan mereka akan menentukan pilihan.

Menurut peneliti Reform Institute, Kholid Novianto, kelompok-kelompok yang belum punya pilihan dan baru menentukan pilihan pada hari H sangat mengkhawatirkan. "Kelompok masyarakat yang ini sangat labil. Menjelang hari H akan banyak operasi serangan fajar," kata Kholid.

Apalagi, saat diajukan pertanyaan alasan belum memiliki pilihan parpol, salah satu alasan yang disampaikan responden adalah menunggu partai/caleg yang memberi uang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau