JAKARTA, KOMPAS.com — Permainan politik uang (money politics) pada hari H pelaksanaan pemungutan suara harus diwaspadai bersama. Aksi yang sering disebut sebagai serangan fajar ini diprediksi akan kembali terjadi pada pemilu tahun ini, apalagi hasil survei yang dilakukan Reform Institute menunjukkan, sebagian besar masyarakat menyatakan akan menentukan pilihannya pada saat hari H. Saat ini, belum ada pilihan yang mereka tetapkan.
Survei terhadap 2520 responden menghasilkan 41,38 persen yang menyatakan baru akan menentukan pilihan pada hari pemberian suara. Pertanyaan selanjutnya, kapan menentukan pilihan partai/caleg?
Sebanyak 17,19 persen responden akan menentukan pilihan seminggu sebelum pemilu, dan 9,71 persen memilih menentukan pilihan dua minggu sebelumnya. Yang menarik, 31,72 responden masih merahasiakan kapan mereka akan menentukan pilihan.
Menurut peneliti Reform Institute, Kholid Novianto, kelompok-kelompok yang belum punya pilihan dan baru menentukan pilihan pada hari H sangat mengkhawatirkan. "Kelompok masyarakat yang ini sangat labil. Menjelang hari H akan banyak operasi serangan fajar," kata Kholid.
Apalagi, saat diajukan pertanyaan alasan belum memiliki pilihan parpol, salah satu alasan yang disampaikan responden adalah menunggu partai/caleg yang memberi uang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang