Pelajari Cara Pria Berbisnis

Kompas.com - 19/03/2009, 17:27 WIB

KOMPAS.com — Sebuah studi menunjukkan, meskipun memiliki tingkat kesuksesan lebih tinggi, wanita entrepreneur umumnya menghasilkan uang 50 persen lebih sedikit atau di bawah penghasilan pria. Hal ini tidak berarti wanita kurang produktif atau kurang efektif dalam bekerja dibandingkan pria. Jawabannya ternyata sederhana saja. Pria dan wanita memiliki alasan yang berbeda dalam membangun bisnis.

Studi yang diadakan oleh Rochester Institute of Technology menyatakan, pria dan wanita memiliki prioritas yang berbeda ketika membangun suatu bisnis. Kebanyakan pria memiliki motivasi untuk menghasilkan uang (perbandingan pria dan wanita 76 persen dan 29 persen), sedangkan wanita cenderung lebih tertarik membangun bisnis karena merasa lebih fleksibel, dapat menyeimbangkan pekerjaan dengan tugas di rumah, dapat mengisi hidupnya dengan sesuatu yang berarti, dan kebebasan untuk tinggal di rumah bersama anak-anak.

Meskipun demikian, tidak berarti wanita tidak dapat meningkatkan kemampuannya menghasilkan uang, dengan tetap berpegang pada prioritasnya. Wanita dapat belajar dari pria dengan mengambil beberapa aturan pria dalam cara yang sesuai dengan kemampuan kita, dan dengan menekankan bakat kita.

Berikut adalah 10 hal yang dapat kita pelajari dari pria dalam bisnis:

Terapkan strategi. Pria berpikir secara linier, berfokus pada pencarian solusi atas berbagai masalah, menetapkan dan mencapai tujuan, mengembangkan rencana dan melaksanakan tugas-tugasnya. Hal ini penting dalam bisnis. Jika Anda belajar menerapkan strategi, buat tujuan yang jelas, dan pastikan Anda akan mengikuti rencana yang sudah dibuat.

Just do it! Salah satu keuntungan besar yang dimiliki pria dalam bisnis adalah bahwa mereka senang mengambil risiko. Memang penting untuk bersikap hati-hati, tetapi tak ada hal buruk yang akan terjadi jika Anda belum bertindak.

Tetap fokus. Anda beruntung karena wanita dianugerahi kemampuan multitasking, dan dengan sendirinya juga multithinking. Namun, salah satu kelemahan kita adalah karena pikiran kita begitu lincah ke mana-mana, banyak pula yang dapat mengalihkan perhatian kita. Karena itu, penting untuk tetap fokus pada tujuan Anda, meskipun banyak hal yang terjadi di sekitar Anda. Di sinilah strategi akan membantu Anda.

Menepati janji. Jika Anda tidak melakukan apa yang sudah Anda janjikan, orang lain tak akan memercayai Anda dan tidak ingin berbisnis lagi dengan Anda. Bila Anda terus mengubah rencana setiap beberapa hari, Anda akan kehilangan klien, partner, dan tentunya uang.

Meminta uang itu hak Anda. Banyak wanita yang enggan meminta atau menagih uang. Meminta uang atau pembayaran adalah bagian integral dari bisnis, dan jika Anda enggan atau merasa tidak enak memintanya, Anda tak akan mendapatkannya. Yang lebih penting, bila Anda tidak menagih hak Anda, hal tersebut justru akan memberi kesan Anda tidak serius menjalani bisnis ini.
 
Mengharapkan hasil yang besar. Dari banyak studi, terlihat satu alasan utama mengapa pria lebih mampu menghasilkan uang dalam bisnis daripada wanita: Pria selalu mengharapkan hasil yang besar! Tantang diri Anda untuk berpikir di luar zona kenyamanan Anda. Kebanyakan orang tidak dapat mencapai tujuan karena mereka menetapkan tujuan yang terlalu rendah. Buat tujuan yang besar, dan buat hasil yang besar!

Tak perlu bersikap manis. Bersikap manis dapat membunuh bisnis Anda. Tidak berarti bahwa Anda tidak memperlakukan klien atau partner dengan cara yang baik. Namun, Anda tidak boleh berbisnis dengan orang yang memperlakukan Anda dengan buruk, yang mengatakan bahwa Anda tidak memberikan jasa atau layanan yang baik, atau bahwa Anda tidak peduli karena membuat kecewa orang lain. Berbisnis adalah berterus-terang, dan Anda harus berpikir atau bertindak seperti yang seharusnya.

Abaikan mood Anda. Wanita sering membatalkan janji, menghindari acara makan bersama, atau terlambat datang ke pertemuan karena merasa tidak nyaman, tidak punya pakaian yang pantas dikenakan, atau karena sedang cepat tersinggung. Belajarlah untuk mengatasi mood swing Anda, dan tidak membiarkannya memengaruhi sikap Anda di hadapan orang lain. Bersikap moody akan membuat orang lain tidak nyaman berada di dekat Anda.

Jangan putus asa. Ada masa-masa di mana Anda merasa tantangannya terlalu berat, atau hari-hari di mana Anda ingin menyerah. Hal ini wajar saja. Beristirahatlah bila Anda memang memerlukannya, ambillah cuti sehari, tetapi jangan putus asa. Daya tahan adalah kunci dalam bisnis. Banyak wanita yang ingin berhenti berbisnis menjelang kelahiran bayi, padahal mungkin kesuksesan sudah di depan mata.

Bisnis adalah permainan. Pria menyukai permainan, di mana ada peraturan dan trik-triknya. Pelajari aturan tersebut, dan selalu ingat dalam pikiran bahwa hal itu hanyalah sebuah permainan. Suatu hari Anda akan menang, kali lain Anda akan kalah. Namun satu hal yang pasti, hidup akan terus berlanjut, tak peduli bagaimana hasilnya.

Yang paling penting, mempelajari pikiran dan cara pria bertindak bukan berarti Anda harus menjadi seperti pria. Anda hanya perlu beradaptasi terhadap peraturan di dalam bisnis, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kemampuan kita.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau