Eko Patrio Terindikasi Lakukan Politik Uang

Kompas.com - 19/03/2009, 18:52 WIB

MOJOKERTO, KOMPAS.com — Pelawak Eko Patrio yang adalah calon anggota legislatif atau caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) disinyalir melakukan praktik politik uang. Hal itu kemungkinan terjadi saat Eko melakukan kampanye terbuka di sekitar wilayah kampung Penarip, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon, lingkungan Pekayon Kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajuritkulon, dan di Keradenan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Rabu (18/3).

Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Effendi Lubis, seusai bertemu dengan Panwas Pemilu Kota Mojokerto, Kamis (19/3), menyebutkan, polisi masih memberikan waktu bagi Panwas untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan itu.

Effendi menyebutkan, yang dimaksud dugaan praktik politik uang oleh Eko Patrio yang bernama asli Eko Hendro Purnomo itu ialah saat ia diketahui membagikan sejumlah uang kepada sejumlah orang yang berhasil menebak dengan benar setiap pertanyaannya.

"Uang itu diberikan masing-masing Rp 30.000 kepada lima orang yang mengikuti kuis," kata Effendi. Ia menyebutkan, pertemuan dengan Panwas Kota Mojokerto lebih sebagai bentuk koordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Ketua Panwas Kota Mojokerto I Dewa Gde Paramartha seusai pertemuan itu menyebutkan, pihaknya merasa kesulitan mengumpulkan barang bukti. "Arahnya memang money politics," ujar Paramartha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau