”Pemulihan? Itu akan datang. Namun, ketika itu datang, jangan harapkan semuanya akan pulih seperti sedia kala. Beberapa perusahaan besar, seperti otomotif, telah tenggelam untuk selamanya,” kata ekonom Kanada dan mantan Gubernur Bank Sentral Kanada (2001-2008), David Dogde, kepada harian Kanada, The Globe dan Mail, Kamis (19/3).
”Situasi dunia sangat sulit. Namun, orang Kanada tidak boleh lupa bahwa kita lebih baik dibandingkan dengan negara lain,” ujar Dodge, yang memiliki spesialisasi soal ekonomi internasional.
Menurut Dodge, ekonomi Kanada yang dalam keadaan lebih baik pun baru bisa diharapkan pulih pada pertengahan tahun 2009 dan tumbuh positif pada 2010.
Salah satu faktor yang membuat Dodge pesimistis soal pemulihan global adalah sistem perbankan di semua negara maju tertekan (stressed). Ini merujuk pada kerugian besar-besaran dan kredit macet yang mencapai triliunan dollar AS.
”Di AS, bank-bank dalam keadaan parah (terrible),” kata Dodge, menegaskan bahwa sistem perbankan di AS jauh lebih buruk ketimbang Kanada.
Sistem finansial di Kanada dapat diperbaiki, tetapi bank belum dapat menyalurkan kredit. ”Ini adalah keadaan yang memerlukan langkah-langkah perbaikan,” ujar Dodge lagi.
Perbaikan itu termasuk soal industri perbankan, hingga bisa kembali menyalurkan kredit. Dodge mengatakan, pemulihan ekonomi tidak otomatis terjadi dengan pengucuran dana-dana pemerintah ke pasar.
Sistem pasar, termasuk pasar kredit, harus bisa bekerja seperti semula untuk bisa memulihkan ekonomi. Itu penting agar kredit bisa diserap dengan baik dan tepat sasaran sehingga tidak percuma.
Indikator ekonomi global terus merosot, seperti penerbangan kargo yang diperkirakan akan anjlok 5 persen dan penerbangan penumpang sipil anjlok 3 persen sepanjang tahun 2009.
Dirjen Asosiasi Transportasi Udara Internasional Giovanni Basignani di Kuala Lumpur, Kamis (19/3), mengatakan, semua sistem ini mengalami krisis.
Menyadari keadaan yang memburuk, Bank sentral AS merencanakan pembelian kembali surat utang (obligasi pemerintah) sebesar 300 miliar dollar AS dari pasar. Pembelian besar-besaran ini merupakan yang pertama sejak tahun 1960.
Bank Sentral Inggris dan Jepang juga mengumumkan akan membeli utang pemerintah. Adapun Bank Nasional Swiss akan menjual franc di pasar.
Korea Selatan juga merencanakan mengeluarkan tambahan 4,9 triliun won atau 3,5 miliar dollar AS untuk menciptakan 550.000 lapangan kerja baru. (AP/AFP/Reuters/joe)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang