Mereka yang Mengais Rupiah Saat Kampanye

Kompas.com - 20/03/2009, 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Selain menguatkan rasa memiliki kader terhadap partai politik, bagi sebagian warga, kampanye merupakan momen untuk "menguatkan" pundi-pundi rumah tangga maupun kas organisasinya. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, katanya. 

Yono, penjual mainan anak-anak berbentuk raket dari bahan balon plastik, mengaku jauh-jauh dari Tanah Abang untuk mengikuti kampanye perdana PKS di Lapangan Blok S Jakarta Selatan, Jumat (20/3).

"Sengaja datang ke sini. Sekalian jualan juga," ujar pria yang menggunakan kaus partai bernomor urut 8 ini.

Yono, yang mengatakan jualannya baru datang ini, mengaku datang hanya sebagai kader biasa. Baginya, terpilih atau tidak, Yono tak meletakkan harapan besar kepada PKS atau partai mana pun. "Kita cuma mau cari rezeki masing-masing aja," tandas Yono. 

Sementara itu, Abdullah berjualan atribut PKS dalam kampanye kali ini. Dibandingkan dengan yang lain, lapaknya yang terletak di sisi kanan panggung lebih ramai dikunjungi para kader yang datang kampanye. Abdullah mengatakan, dana yang terhimpun dari kegiatan berjualan ini akan dimasukkan ke kas salah satu Dewan Pengurus Cabang (DPC) di Jakarta Pusat. 

"Sebagian juga untuk saya," tutur Abdullah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau