JAKARTA, KOMPAS.com — Para pemimpin partai makin rajin melakukan pertemuan. Namun, sampai saat ini SBY-Mega belum bertemu. Banyak yang bertanya ada indikasi apa di antara keduanya? Apakah kedunya mengalami perang dingin?
Menanggapi hal tersebut, Sabam Sirait, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan yang dikenal dekat dengan Mega, mengatakan, sebenarnya hubungan SBY-Mega baik. "Kalau hubungan mereka tidak baik, dulu setelah SBY diberhentikan oleh Gus Dur, Mega tidak akan mengangkat dia jadi Menko Polkam," kata Sabam di Jakarta, Jumat (20/3).
Sabam pernah bertanya kepada Mega mengenai hal itu. Waktu itu Ibu Mega bilang, dari dulu sampai sekarang nomor teleponnya tidak berubah dan SBY tahu nomor Mega. "Tapi sampai sekarang SBY belum menelepon," ujar Sabam.
Politisi senior PDI-P ini juga meceritakan, ada dua orang yang dekat dengan SBY, salah satunya adalah menteri dan yang seorang lagi adalah pengusaha, melihat SBY-Mega perlu bertemu.
"Dua minggu yang lalu ke dua orang terebut, melihat pentingnya ada pertemuan SBY-Mega, saya bilang kepada mereka, SBY supaya menghubungi Mega. Namun, dua jam sebelum menelepon Ibu Mega, saya dikasih tahu dulu," terang Sabam.
Ternyata, sampai saat ini ia belum dihubungi oleh kedua orang dekat SBY tersebut. "Mungkin dua-duanya sama-sama menunggu atau sama-sama tidak sempat," ujarnya.
Sabam juga menanyakan, jika SBY-Mega bertemu agenda apa yang akan dibahas? "Sekadar minum teh? Membicarakan tentang koalisi? Atau pembicaraan cara menyukseskan pemilu?" tanya Sabam.
Ia juga menambahkan, setelah 4,5 tahun berkuasa, mengapa sekarang baru ada keinginan untuk bertemu. "Kan ada cara lain, JK saja waktu Lebaran datang ke rumah Ibu Mega," ujar Sabam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang