Wenger: Arsenal Bukan Favorit

Kompas.com - 21/03/2009, 02:16 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menyadari bahwa timnya bukan tim favorit juara Liga Champions musim ini. Namun, timnya berpeluang menang sama besar dengan Villarreal di perempat final.

"Dalam pertandingan ini, tak ada yang favorit dan kalau Anda melihat pemberitaan dalam enam bulan terakhir, Anda tidak akan menjadikan kami favorit," kata Wenger seperti dikutip www.arsenal.com.

Villarreal memang tak difavoritkan seperti Manchester United, Liverpool, Chelsea, maupun Barcelona. Pendukung "The Gunners" tentu senang karena musuh yang dihadapinya pernah mereka kalahkan pada semifinal Liga Champions 2005/06. Meski demikian, Wenger menilai bahwa "Kapal Selam Kuning" bukanlah tim yang sama seperti tiga tahun silam. Karena itu, peluang lolos bagi kedua tim tetap sama besar.

"Ini adalah undian berpeluang 50:50 yang sulit. Kami tahu Villarreal dan kami pernah menghadapi mereka sebelumnya. Mungkin peluang kami bagus karena melakoni leg pertama di kandang lawan, tapi di level ini sangat sulit menjadi seperti yang pernyataan Anda (media massa)," ungkap Wenger.

Wenger menyadari bahwa timnya termasuk salah satu dari lima tim kuat di Eropa yang selalu lolos ke Liga Champions dalam sepuluh tahun terakhir, tetapi melawan tim asal Spanyol selalu menyulitkan bagi timnya. Oleh karena itu, Wenger mengingatkan para pemainnya agar bermain maksimal di kandang lawan pada leg pertama.

"Kami tahu, mengalahkan tim mana pun dari Spanyol merupakan hal sulit. Leg kedua di Villarreal (semifinal 2006) sangat sulit bagi kami. Kami tahu kami harus menyiapkan diri sangat baik untuk laga perdana kali ini," tambah Wenger.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau