LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Chelsea Guus Hiddink berharap timnya dapat memaksimalkan keberuntungan di Liga Champions. Ia ingin pemainnya tidak boleh menyia-nyiakan peluang yang diperoleh.
"Selalu alot jika Anda masuk dalam babak delapan besar. Kami harus mendorong keberuntungan, bukan bergantung pada keberuntungan, tapi memaksimalkan keberuntungan," kata Hiddink seusai undian perempat final yang akan mempertemukan timnya bakal bertemu dengan Liverpool.
Bertemunya "The Blues" dengan "The Reds" ini merupakan yang keempat kalinya secara beruntun dalam empat musim terakhir. Dalam pertemuan pertama pada 2005, keduanya berjumpa semifinal. Tahun berikutnya, dua tim asal Inggris ini bersua di fase grup. Dalam dua musim terakhir ini, keduanya kembali di babak semifinal dan sama-sama berbagi kemenangan.
Jika ditambah dengan pertemuan di turnamen lain, kedua tim telah bertemu sebanyak 22 kali sejak Rafael Benitez menangani "The Reds" pada 2004. Jumlah pertemuan yang sedemikian banyak pasti membuat kedua tim saling mengenal satu sama lain. Meskipun Hiddink belum pernah berhadapan langsung lawan Liverpool, pelatih asal Belanda itu yakin bahwa kedua tim akan saling jegal dengan serangan-serangan mematikan.
"Mereka saling kenal dengan baik, secara mendetail. Saya belum pernah melihat semua duel mereka tapi itu selalu menarik, menang atau seri sangat ketat, jadi menyenangkan karena kedua tim bermain cantik dan pemain-pemain mereka bermain menyerang dan ini jaminan dalam laga besar tersebut," tambah Hiddink.
Undian perempat final antara Liverpool dan Chelsea ini akan menjadi bahan perhatian besar bagi penggila bola di dunia. Pasalnya, pemenang laga tersebut akan bertemu tim kuat lainnya. Pemenang antara Chelsea dan Liverpool ini akan menghadapi pemenang antara Barcelona dan Bayern Muenchen di semifinal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang