Kita Bisa Bangga dengan Demokrasi

Kompas.com - 21/03/2009, 18:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dihadapan wisudawan Universitas Paramadina di Jakarta, Sabtu (21/3), mengatakan, d i bulan-bulan mendatang, bangsa Indonesia akan menjalankan proses elektoral untuk memilih anggota DPR/DPRD dan Presiden/Wakil Presiden.

"Sudah selayaknya kita bangga menjadi salah satu bangsa terbesar yang memilih pemimpin dan wakil rakyat melalui proses yang demokratis ," ujarnya.

Meskipun, menurut Anies, tetap ada banyak masalah tersisa yang masih harus dibereskan dalam proses demokrasi ini, dan ada banyak cara untuk membereskannya. Salah satu cara untuk membereskannya adalah perlunya warga negara yang aktif dalam bermasyarakat.

"Warga negara yang peduli akan lingkungannya akan mempercepat perbaikan proses demokrasi, dalam terminologi akademik sering disebut sebagai social capital . Di perlukan lapis warga negara yang peduli pada masalah sosial, ekonomi,dan politik. Lapis warga negara yang memiliki kemampuan untuk membaca problem di masyarakat dan mengartikulasi kepedulian secara terdidik dan cerdas. Bukan warga negara yang apatis dan bukan pula warga negara yang mengartikulasikan aspirasi secara destruktif ," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau