LONDON, KOMPAS.com - Permusuhan antara Rafael Benitez (manajer Liverpool) dan Sir Alex Ferguson (Manchester United) berlanjut. Benitez menuduh Ferguson boros dalam membeli pemain, sementara Ferguson menuduh sebaliknya.
Benitez memang baru melayangkan tuduhan bahwa Ferguson sangat boros untuk membangun timnya.. Menurutnya, Ferguson telah mengeluarkan dana 100 juta pounds (sekitar Rp1,7 triliun) untuk membeli pemain dalam lima tahun terakhir.
Tuduhan ini membuat Ferguson menjadi berang. Dia pun menyuruh stafnya untuk mengalkulasi pengeluaran Benitez dalam membeli pemain, selama lima tahun dia menangani Liverpool. Hasilnya, menurut versi Ferguson, rivalnya itu malah membelanjakan dana 24 juta pounds (Rp409 miliar) lebih besar dari pengeluaran MU.
Hubungan kedua pelatih itu tampaknya semakin panas. Sebelumnya, Benitez menuduh Ferguson suka memengaruhi keputusan wasit. Sementara, Benitez lebih baik dari Ferguson, setelah timnya menang 4-1 atas MU di Stadion old Trafford pekan lalu.
"Saya sangat kaget tentang pengeluaran Benitez. Saya punya beberapa orang yang bekerja di departemen teknologi olahraga untuk meneliti pengeluaran klub," jelas Ferguson kepada ITV.
"Ternyata, dia (Benitez) mengeluarkan uang lebih banyak dari yang kami keluarkan. Dia mengatakan kami mengeluarkan uang lebih banyak dari Liverpool. Faktanya, dia yang membelanjakan uang lebih besar 24 juta pounds dari pengeluaran kami," tambah Ferguson.
Berdasarkan hitungan ITV, pengeluaran uang Liverpool dan MU dalam membeli pemain hampir sama. Selama lima tahun terakhir, Liverpool telah membelanjakan uang sebesar 82,5 juta pounds (sekitar Rp1,40 triliun). Sedangkan pada saat yang sama, MU mengeluarkan dana sebesar 85,5 juta pounds (sekitar Rp1,45 triliun).
Pengeluaran terbesar dilakukan Chelsea, yakni sebesar 154,8 juta pounds (sekitar Rp2,6 triliun). Sedangkan Arsenal yang langganan empat besar, hanya mengeluarkan dana sebesar 3,4 juta pounds (sekitar Rp577,9 miliar).
Ferguson menambahkan, meski mengeluarkan dana besar untuk membeli pemain, dia juga punya kebijakan untuk mengembangkan akademi sepak bola secara serius. Sehingga, nanti akan muncul bakat-bakat hasil didikan sendiri. Sedangkan, katanya, Benitez lebih terfokus membeli pemain dalam membangun timnya.
"Ada keseimbangan di klub kami. Kami membeli pemain 18 pemain dalam lima tahun terakhir dan 8 di antaranya merupakan pemain muda. Jadi, ada keseimbangan. Kami melakukan sesuatu secara benar," kata Ferguson. (ITV)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang