Dugaan Politik Uang Eko Patrio Bisa Dibatalkan

Kompas.com - 23/03/2009, 18:04 WIB

MOJOKERTO, KOMPAS.com — Dugaan praktik politik uang yang dilakukan pelawak Eko Patrio yang adalah calon anggota legislatif atau caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) kemungkinan dibatalkan. Ketua Panwas Pemilu Kota Mojokerto, I Dewa Gde Paramartha, Senin (23/3), menyebutkan, pihaknya kesulitan menemukan saksi dan juga barang bukti dugaan praktik politik uang tersebut.

"Tetapi kita masih punya waktu hingga pukul 24.00 ini untuk mengumpulkan bukti. Namun, jika memang bukti tidak bisa didapatkan, maka ini harus batal demi hukum," kata Dewa.

Eko diduga melakukan praktik politik uang saat ia berkampanye terbuka di sekitar wilayah kampung Penarip, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon, lingkungan Pekayon Kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajuritkulon, dan di Keradenan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Rabu (18/3) lalu.

Saat itu Eko menggelar kuis dadakan dengan peserta lima orang yang masing-masing diberi amplop berisi uang sejumlah Rp 30.000. Eko menganggap tindakannya itu bukan praktik politik uang melainkan hanya sekadar bentuk kreativitas menjaring simpati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau