BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Penyaluran dua bulan dana bantuan langsung tunai atau BLT sebesar Rp 200.000 di Bandar Lampung dimulai Senin (23/3). Akan tetapi, BLT belum bisa serempak dibayarkan di seluruh kabupaten/kota akibat Kantor Pos belum menerima data terbaru penerima BLT.
Humas PT Pos Bandar Lampung sekaligus satuan petugas (satgas) BLT Imam Muslih, Senin, mengatakan, untuk pembagian Senin, PT Pos menjadwalkan untuk membayarkan BLT kepada 4.416 rumah tangga sasaran (RTS) di wilayah Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung. Untuk kecamatan lain di Bandar Lampung akan menyusul pada hari berikutnya.
Menurut Imam, pembayaran BLT untuk RTS di Bandar Lampung dilakukan secara bertahap sesuai kecamatan. Hal itu untuk mengurangi terjadinya antrean. Untuk Bandar Lampung, terdapat 58.862 RTS yang akan menerima BLT.
Kendati demikian, setiap warga RTS yang sudah menerima kartu pengambilan BLT bisa langsung mencairkan dana BLT di kantor pos. "Kami tidak membatasi waktu pencairan. Kapan saja warga mau mencairkan, kami akan melayani," ujar Imam.
Imam mengatakan, selain Bandar Lampung, PT Pos Indonesia Bandar Lampung juga bertanggung jawab untuk membayarkan BLT kepada RTS di Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, dan kepada RTS di tiga kecamatan di Lampung Tengah.
Akan tetapi, BLT di wilayah luar Bandar Lampung tersebut belum bisa dicairkan karena kantor pos belum mendapatkan data penerima terbaru hasil verifikasi terakhir dari kantor pos pusat. Hal itu terjadi karena adanya perkembangan data terbaru yang diumumkan pada Februari kemarin terkait data penerima raskin. Demikian ujar Imam.
Menurut Imam, situasi tersebut juga sama untuk kabupaten/kota di luar wilayah kerja PT Pos Indonesia Bandar Lampung. Di kabupaten/kota yang berada di bawah kewenangan kantor Pos Indonesia Metro dan Kotabumi, Lampung Utara, juga masih menunggu data terbaru.
Data terbaru tersebut berkaitan erat dengan pencetakan kartu BLT. PT Pos Indonesia baru akan mencetak kartu pencairan BLT apabila data terbaru sudah diterima.
PT Pos Indonesia Bandar Lampung menargetkan mampu membayarkan seluruh dana BLT sampai akhir April 2009. PT Pos Indonesia menoleransi pembayaran akan mundur paling lambat akhir Mei 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang