Presiden Sudan Berkunjung ke Eritrea

Kompas.com - 23/03/2009, 18:50 WIB

NAIROBI, KOMPAS.com — Presiden Sudan Omar Hasan al Bashir tiba di Eritrea, Senin (23/3), dalam kunjungan pertamanya ke luar negeri sejak ia dituduh oleh Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) terlibat kejahatan perang di Darfur, kata pemerintah Eritrea.
   
"Ya, dia di sini bertemu dengan Presiden Isaias membahas hubungan bilateral," kata Menteri Informasi Eritrea Al Abdu.     

Bashir berisiko ditahan jika ia meninggalkan Sudan setelah ICC yang berpusat di Den Haag, Belanda itu  mengeluarkan satu perintah penangkapan terhadapnya bulan ini atas tuduhan  kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
    
Pada Minggu (22/3), media Pemerintah Sudan memberitakan para pakar Islam lokal menganjurkan presiden itu untuk tidak pergi ke KTT Arab di Qatar akhir Maret.
     
Para pakar internasional mengatakan, paling tidak 200.000 orang tewas dan lebih dari 2,7 juta orang mengungsi  dalam perang hampir enam tahun di Darfur, satu wilayah gurun di Sudan Barat. Khartoum mengatakan hanya 10.000 orang tewas.
     
Konflik itu meletus ketika pemberontak yang sebagian besar non-Arab mengangkat senjata menentang pemerintah, menuntut perwakilan lebih baik dan menuduh Khartoum mengabaikan pembangunan di daerah itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau