NAIROBI, KOMPAS.com — Presiden Sudan Omar Hasan al Bashir tiba di Eritrea, Senin (23/3), dalam kunjungan pertamanya ke luar negeri sejak ia dituduh oleh Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) terlibat kejahatan perang di Darfur, kata pemerintah Eritrea.
"Ya, dia di sini bertemu dengan Presiden Isaias membahas hubungan bilateral," kata Menteri Informasi Eritrea Al Abdu.
Bashir berisiko ditahan jika ia meninggalkan Sudan setelah ICC yang berpusat di Den Haag, Belanda itu mengeluarkan satu perintah penangkapan terhadapnya bulan ini atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pada Minggu (22/3), media Pemerintah Sudan memberitakan para pakar Islam lokal menganjurkan presiden itu untuk tidak pergi ke KTT Arab di Qatar akhir Maret.
Para pakar internasional mengatakan, paling tidak 200.000 orang tewas dan lebih dari 2,7 juta orang mengungsi dalam perang hampir enam tahun di Darfur, satu wilayah gurun di Sudan Barat. Khartoum mengatakan hanya 10.000 orang tewas.
Konflik itu meletus ketika pemberontak yang sebagian besar non-Arab mengangkat senjata menentang pemerintah, menuntut perwakilan lebih baik dan menuduh Khartoum mengabaikan pembangunan di daerah itu.