Selingkuh Bikin Jantungan!

Kompas.com - 23/03/2009, 19:06 WIB

KOMPAS.com — Persoalan selingkuh tidak bisa dianggap enteng dan biasa. Ginekolog dan konsultan seks Boyke Dian Nugraha dalam seminar bertema "Love, Sex and Harmony" mengungkapkan, dua dari tiga pria di Jakarta selingkuh.

Sebaliknya, "Di Jakarta ini juga dua dari lima perempuan pernah selingkuh," kata Boyke menambahkan. Menurut Boyke, jika pasangan, salah satu atau dua-duanya, memiliki pria idaman lain atau wanita idaman lain maka pasangan tersebut bisa stres. Perkawinan terancam bubar dan berantakan.

Bagi pasangan suami istri yang mempunyai selingkuhan, hidupnya akan diliputi stres. Hal itu berakibat pada kehidupan keluarga juga pada anak-anak. "Tidak jarang kita mendengar ada pria yang meninggal mendadak di hotel akibat serangan jantung saat berkencan dengan simpanannya," kata Boyke. Itu terjadi, kata Boyke, karena stres memberi sumbangsih pada penyakit jantung.

Stres akan semakin berat ditanggung ketika perselingkuhan itu menghasilkan janin dalam kandungan. Karena selingkuh diartikan sebagai hubungan seks di luar perkawinan resmi, kata Boyke, maka bisa saja janin hasil perselingkuhan itu dikandung oleh mereka yang sudah menikah resmi maupun yang belum menikah.

Biasanya jika terjadi kehamilan, pihak wanita akan berusaha menggugurkan kandungan dengan berbagai cara, ungkap Boyke. Mereka ini, tambah Boyke, bertindak dalam tekanan stres dan setelah melakukan juga tetap mengalami perasaan itu. Karena tindakan itu merupakan pembunuhan.

Selain itu, kata Boyke, anak-anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga di mana orangtuanya ada yang memiliki selingkuhan akan tumbuh menjadi anak yang sulit diatur, berandal, dan tidak jujur. Bahkan mereka mengganggap ketidakjujuran dalam perkawinan sebagai hal yang lumrah, yang akan ditirunya jika nanti menikah, ungkap Boyke.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau