Sepatu Lokal Mulai Kuasai Pasar Dalam Negeri

Kompas.com - 24/03/2009, 11:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Imbauan agar masyarakat terutama pegawai negeri sipil (PNS) menggunakan sepatu buatan lokal yang dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong peningkatan omzet penjualan produsen sepatu lokal.
    
Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko di Jakarta, Selasa (24/3), mengatakan, kendati baru dilakukan sebulan, hal itu sudah mampu mendongkrak penjualan sepatu lokal di Jawa Barat yang naik sekitar 30 persen, "Sementara di Jawa Timur penjualan sepatu lokal tersebut naik sekitar 17 persen dan di Jakarta sekitar 10 sampai 12 persen. Kampanye pemakaian sepatu lokal terbukti manjur dan sepatu lokal kini mulai digemari konsumen," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi mengatakan, penjualan produk sepatu lokal saat ini mengalami peningkatan sangat signifikan. "Omzet perajin sepatu di Cibaduyut saja meningkat dari 20 hingga 30 persen. Peningkatan yang sama juga dialami oleh produsen sepatu lainnya," kata Lutfi.
    
Eddy merasa optimistis, sepatu lokal akan mampu menguasai pangsa pasar sebesar 60 persen atau lebih tinggi dari rata-rata sebelumnya sekitar 40 persen. "Kita akan berusaha ambil alih 60 persen pasar yang sebelumnya dikuasai produk impor," tambahnya.

Aprisindo sendiri, menurut Eddy, menargetkan mampu meraih tambahan omzet sebesar Rp 5 triliun dari penjualan sepatu lokal.

Secara rinci, ia menjelaskan, saat ini jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia sekitar 3,6 juta orang. Jika anggota keluarga PNS sebanyak itu menggunakan sepatu produksi dalam negeri, maka potensi penjualan bisa mencapai Rp 1,5 triliun. Terlebih jika inpres tersebut juga diberlakukan tidak hanya bagi PNS, tetapi juga bagi siswa sekolah.

"Dengan PNS pakai sepatu dalam negeri, nantinya ada peningkatan penjualan kira-kira sebesar Rp 1,5 triliun. Seandainya ditambah anak sekolah, ada tambahan lagi sekitar Rp 1,2 triliun," papar Eddy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau