JAKARTA, KOMPAS.com — Imbauan agar masyarakat terutama pegawai negeri sipil (PNS) menggunakan sepatu buatan lokal yang dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong peningkatan omzet penjualan produsen sepatu lokal.
Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko di Jakarta, Selasa (24/3), mengatakan, kendati baru dilakukan sebulan, hal itu sudah mampu mendongkrak penjualan sepatu lokal di Jawa Barat yang naik sekitar 30 persen, "Sementara di Jawa Timur penjualan sepatu lokal tersebut naik sekitar 17 persen dan di Jakarta sekitar 10 sampai 12 persen. Kampanye pemakaian sepatu lokal terbukti manjur dan sepatu lokal kini mulai digemari konsumen," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi mengatakan, penjualan produk sepatu lokal saat ini mengalami peningkatan sangat signifikan. "Omzet perajin sepatu di Cibaduyut saja meningkat dari 20 hingga 30 persen. Peningkatan yang sama juga dialami oleh produsen sepatu lainnya," kata Lutfi.
Eddy merasa optimistis, sepatu lokal akan mampu menguasai pangsa pasar sebesar 60 persen atau lebih tinggi dari rata-rata sebelumnya sekitar 40 persen. "Kita akan berusaha ambil alih 60 persen pasar yang sebelumnya dikuasai produk impor," tambahnya.
Aprisindo sendiri, menurut Eddy, menargetkan mampu meraih tambahan omzet sebesar Rp 5 triliun dari penjualan sepatu lokal.
Secara rinci, ia menjelaskan, saat ini jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia sekitar 3,6 juta orang. Jika anggota keluarga PNS sebanyak itu menggunakan sepatu produksi dalam negeri, maka potensi penjualan bisa mencapai Rp 1,5 triliun. Terlebih jika inpres tersebut juga diberlakukan tidak hanya bagi PNS, tetapi juga bagi siswa sekolah.
"Dengan PNS pakai sepatu dalam negeri, nantinya ada peningkatan penjualan kira-kira sebesar Rp 1,5 triliun. Seandainya ditambah anak sekolah, ada tambahan lagi sekitar Rp 1,2 triliun," papar Eddy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang